Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Israel Sebut Serangan Lebih Banyak Datang dari Lebanon Selatan

Susi Susanti , Jurnalis-Minggu, 31 Desember 2023 |13:37 WIB
Israel Sebut Serangan Lebih Banyak Datang dari Lebanon Selatan
Israel sebut serangan lebih banyak datang dari Lebanon selatan (Foto: File/Anadolu Agency)
A
A
A

LEBANON - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan banyak serangan yang datang dari Lebanon menuju wilayah Israel pada Sabtu (30/12/2023).

IDF mengatakan pertahanannya juga mencegat target udara mencurigakan yang melintasi Lebanon ke wilayah Israel.

Serangan baru ini terjadi setelah Israel mengatakan pada Sabtu (30/12/2023) pagi bahwa pesawatnya telah menargetkan tiga kelompok “teroris” di Lebanon, serta infrastruktur Hizbullah di negara tetangga tersebut.

Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah melakukan tiga serangan terhadap pasukan Israel, termasuk satu serangan drone. Mereka juga mengakui kematian empat pejuang, tanpa menyebutkan di mana mereka dibunuh.

Pertempuran ini berpusat di Israel utara dan Lebanon selatan – terpisah dari pertempuran Israel dengan Hamas di selatan Gaza.

Namun bentrokan antara Israel dan Hizbullah, kelompok paramiliter kuat yang didukung Iran dan beroperasi di perbatasan utara Israel, merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kekhawatiran bahwa perang di Gaza dapat berkembang menjadi konflik Timur Tengah yang meluas.

Sebelumnyam pada Kamis (28/12/2023), penembakan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel berlanjut ketika para pejabat Lebanon menghabiskan hari itu dalam pertemuan dengan rekan-rekan mereka dari Prancis dan Inggris mengenai meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah, kelompok paramiliter kuat yang didukung Iran.

Hizbullah mengklaim mereka melakukan serangan serentak sekitar jam 16.00 waktu setempat (9 pagi ET) dan menargetkan beberapa "barak" di Israel utara.

IDF mengatakan kepada CNN bahwa sekitar 20 serangan terdeteksi pada Kamis (28/12/2023) yang ditujukan ke Kiryat Shmona, sebuah kota di Israel utara yang telah menjadi sasaran serangan Hizbullah selama beberapa hari terakhir.

Semengtara itu, Perdana Menteri (PM) sementara Lebanon Najib Mikati pada Kamis, (28/12/2023) memperingatkan akan terjadinya perang habis-habisan di wilayah tersebut karena “provokasi” Israel.

“Berlanjutnya provokasi Israel di Lebanon selatan dapat memperburuk situasi dan pecahnya perang habis-habisan di wilayah tersebut,” kata Mikati dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron di Beirut, menurut pernyataan kabinet yang dilansir Anadolu.

Dia menyerukan untuk memberikan “tekanan maksimum untuk menghentikan serangan Israel di wilayah selatan.”

“Gerbang untuk menghentikan perang di Gaza dimulai dengan gencatan senjata, kemudian beralih ke perundingan solusi berdasarkan formula dua negara dan memberikan hak-hak kepada rakyat Palestina,” kata Mikati.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement