Kemudian untuk pendidikan dan kebudayaan, pihaknya telah melaksanakan beberapa program, yakni penyaluran dana dan sarana pendidikan di Sultra yang dianggarkan sekitar Rp1,3 triliun.
"Kami juga melaksanakan festival kebudayaan Wakatobi Waves dan Sultra Tenun Karnaval," ujarnya.
Dia menuturkan bahwa untuk kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, Pemprov Sultra melaksanakan peningkatan layanan di beberapa Puskesmas di Sultra dan penyaluran peralatan kewirausahaan bagi kelompok UMKM di wilayah Bumi Anoa.
"Kalau jaminan sosial, kami menyalurkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja rentan atau pekerja miskin ekstrem di Kota Kendari dan Kabupaten Muna Barat sebanyak 47.993 orang," ujar Andap.
Selanjutnya untuk kehidupan sosial, perlindungan hukum dan HAM, Pemprov Sultra juga telah memberikan bantuan langsung tunai, penyaluran bantuan karang taruna, penyaluran logistik, edukasi penanganan bencana, penyaluran dana hibah rumah ibadah, dan penyaluran dana hibah pondok pesantren yang total anggarannya sekitar Rp5,4 miliar.
"Perlindungan hukum dan HAM, kami telah upayakan untuk penyelesaian tragedi Randy-Yusuf dengan menggandeng Dirjen Hukum dan HAM Kemenkumham, pembentukan gugus tugas bisnis dan HAM tahun 2023 di Sultra, dan memberikan 10 penghargaan peduli HAM kepada 10 kabupaten/kota se-Sultra," ucap Andap.
Yang terakhir, kata Andap, untuk infrastruktur dan lingkungan hidup, terdapat beberapa program yang dilaksanakan Pemprov Sultra, antara lain peresmian pemanfaatan Jalan Kembar Kali Kadia-Jalan Z.A. Sugianto - Jalan H.E.A. Mokodompit dan penyaluran bak sampah sebanyak 18 unit di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan dengan total anggaran sebesar Rp959 juta.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.