Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, BPBD : 1.185 Warga Mengungsi

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 02 Januari 2024 |20:23 WIB
 Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, BPBD : 1.185 Warga Mengungsi
Gunung Lewotobi laki-laki erupsi (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur terus mengalami peningkatan. Bahkan, Selasa (2/1/2024) pukul 11.49 WITA mengalami erupsi.

Bahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per 1 Januari 2024 telah menaikkan status gunung menjadi level III atau Siaga dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi.

Sebagai langkah antisipasi dan penanganan dampak erupsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur bergerak cepat turun ke lapangan untuk monitoring, kaji cepat, mendirikan tenda pengungsi, menyerahkan logistik maupun pembagian masker dan selimut kepada masyarakat termasuk membersihkan jalan dari sebaran abu vulkanik menggunakan mobil tangki air.

Hasil kaji cepat sementara per 1 Januari 2024, sebanyak 1.185 warga Desa Boru, Kecamatan Wilanggitang, yang terdiri dari 554 laki-laki dan 611 perempuan telah mengungsi ke beberapa titik, mulai rumah kerabat, posko pengungsian termasuk tenda mandiri yang ada di kebun warga.

“Adapun di wilayah Desa Konga, ada sebanyak 328 warga yang terdiri dari 224 dewasa, 79 anak dan 25 balita mengungsi setelah terdampak erupsi,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Flores Timur, Avi Hallan dalam keterangan resminya, Selasa (2/1/2024).

Avi mengatakan jika ditotal, ada sebanyak 5 desa di Kecamatan Wulanggitang dan 2 desa di Kecamatan Ile Bura yang terdampak erupsi. Dua kecamatan tersebut berdekatan dengan puncak kawah. “Hujan abu vulkanik masih sering terjadi di dua wilayah kecamatan tersebut jika terjadi erupsi, tergantung arah mata angin,” katanya.

Lebih lanjut, Avi mengungkapkan dengan masifnya pengungsian mandiri oleh warga, BPBD Kabupaten Flores Timur bersama tim gabungan membantu mengarahkan pengungsi untuk menempati tenda terpusat untuk memudahkan monitoring dan penangannya. Di samping itu, Tim Tagana dari Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi pengungsi maupun tim yang bertugas.

“Kemarin tim sudah mendirikan tenda. Aparat masih berupaya mengarahkan pengungsi untuk menempati tenda pengungsi yang dibangun untuk mempermudah penanganannya,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement