Berbeda dengan Anies, Ganjar dianggap bisa memposisikan dirinya terlihat tak selalu mengkritik pemerintah. Misalnya, Ganjar berjanji bakal melanjutkan pembangunan ibu kota Nusantara (IKN) jika memenangi Pilpres 2024 bersama Mahfud.
Berbicara soal IKN, Ganjar juga menjadi capres pertama yang mengunjungi IKN. "Bukan malah diabaikan. Pembangunan yang dibuat Pak Jokowi ada yang sudah bagus, tetapi bukan berarti sempurna. Di sisi lain, banyak yang harus disempurnakan dan yang masih harus dipercepat. Contohnya, saat ini pemerintahan Jokowi belum maksimalnya ekonomi maritim," tutur Emrus.
Menurut Emrus, sikap jujur dan tidak naif Ganjar-Mahfud dalam menilai capaian Jokowi akan mendapatkan respons positif dari publik. Elektabilitas pasangan ini, menurutnya, bisa meningkat jika mereka terus memposisikan diri sebagai pelanjut yang berkomitmen untuk memperbaiki program-program presiden sebelumnya.
"Terutama bila terus masif memposisikan diri sebagai pelanjut dan memperbaiki progam Presiden Jokowi. Itu dapat mendulang suara karena masyarakat akan mengapresiasi," ujarnya.
Ganjar sempat menegaskan bahwa posisinya sebagai penerus atau oposisi tidak relevan dan sangat tergantung pada kepentingan politik. Itu diungkapkannya saat debat perdana pada Desember lalu.
"Kapan kita bertemu, kapan kita tidak bertemu, dan kemudian kita akan bersikap pada posisi masing-masing. Tetapi, yang penting pendidikan politik kepada masyarakat. Itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) penting parpol," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.