Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Pemilu 2024, Praktisi Hukum Paparkan Hakikat Tugas Hakim dan Politisi dalam Tahun Politik

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Sabtu, 13 Januari 2024 |21:33 WIB
Jelang Pemilu 2024, Praktisi Hukum Paparkan Hakikat Tugas Hakim dan Politisi dalam Tahun Politik
Praktisi Hukum, JJ Amstrong Sembiring
A
A
A

JAKARTA - Praktisi Hukum JJ Amstrong Sembiring menyoroti perbedaan hakim dan politisi dalam kancah nasional. Dua profesi tersebut memang menjadi sorotan menjelang Pemilu 2024.

Ia pun memulai pendapatnya dengan hakim yang selalu memakai baju hitam. menurutnya, warna hitam dari hakim tak melulu menunjukan kesan kharisma, tegas, konsisten dan kaku dan angker.

"Ternyata tidak benar juga, warna hitam itu sebenarnya mempunyai hakikat adalah sesuatu warna yang paling aman tidak kaku dan fleksibel," katanya dalam keterangan tertulis.

"Penggunaan warna adalah hal berhubungan dengan psikologis. Feng Shui sendiri menganggap warna hitam adalah warna yang memancarkan energi penuh semangat dan motivasi tinggi," lanjutnya.

Ia memaparkan, jika orang memakai warna hitam, dengan kata lain akan sejalan dengan citra harus bijaksana, bukan bijak- sana bijak-sini.

Sebab esensi makna dari warna hitam itu tidak sukar, dan esensi dari warna hitam itu tidak rumit, serta esensi dari warna hitam itu juga tidak sulit karena warna hitam boleh dipadankan dengan segala jenis warna dan tidak kaku,memberikan kesan elegan dan istimewa.

Warna hitam itu, jelasnya, melambangkan suasana orang sedang kedukaan mempunyai “sense of ethics “ yang tinggi, mampu menjaga perilakunya. Citra harus diselaraskan, hakim selalu mengenakan baju kebesaran berwarna hitam juga harus mempunyai “sense of ethics “ yang tinggi pula.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement