Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Apa Itu Carok? Tradisi Menyeramkan yang Memakan Korban Jiwa di Madura

Rina Anggraeni , Jurnalis-Rabu, 17 Januari 2024 |07:30 WIB
Apa Itu Carok? Tradisi Menyeramkan yang Memakan Korban Jiwa di Madura
Ilustrasi Carok tradisi di Madura (Foto: Istimewa)
A
A
A

Kala itu, Belanda menghasut warga untuk melakukan perlawanan terhadap keluarga Blater, jagoan asal Madura, yang disebut-sebut sebagai kaki tangan penjajah. Hingga akhirnya terjadi Carok antara warga lokal dengan ‘saudara’ sendiri dari kaum Blater.

Berawal dari sinilah, masyarakat setempat terbiasa menyelesaikan masalah mereka dengan bertarung menggunakan celurit. Bahkan ketika Indonesia merdeka, tradisi Carok ini masih terus terpelihara di Bangkalan, Sampang, hingga Pamekasan.

Sebelum melakukan Carok, para peserta biasanya akan sepakat tentang hari pertarungan terlebih dahulu. Setelahnya mereka akan membuat arena yang bisa disaksikan oleh siapa saja.

Jika ada yang terbunuh dalam pertarungan itu, si pemenang biasanya akan menyerahkan diri kepada aparat. Namun dalam perkembangannya, tradisi ini mulai ditinggalkan karena menyalahi aturan hukum dan agama.

Sementara itu ada dua jenis carok yang sering dilakukan. Yang pertama adalah Ngonggai, suatu cara melakukan carok dengan sengaja mendatangi rumah musuh untuk menantangnya.

Orang yang Ngonggai pasti memiliki keberanian yang luar biasa dan persiapan yang matang. Oleh karena itu, cara ini lebih dihargai dari pada cara yang kedua yaitu Nyelep.

Nyelep adalah cara yang dilakukan oleh pelaku carok dengan cara menyerangnya dari belakang atau dari samping. Dari dua kategori ini bisa disimpulkan bahwa carok itu bisa direncanakan dan ada pula yang spontan.

(Rina Anggraeni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement