Dan setelah membacok korban para pelaku lari ke arah barat dan korban kemudian menyeberang ke kantor Polda DIY dan ditolong oleh petugas piket dan dibawa ke rumah sakit. Polisi berusaha melakukan pengejaran kepada pelaku.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi dan memeriksa beberapa rekaman CCTV. Setelah mengetahui identitas para pelaku, polisi kemudian memburunya.
"5 orang kami amankan. Kemudian ada beberapa orang saksi dan masih ada tiga orang yang kami tetapkan sebagai DPO yang kami akan kejar dan tangkap," kata Endriadi.
Para pelaku tersebut diamankan pada tanggal 10 Januari 2024 kemarin dan langsung dilakukan penahanan di rutan Polda DIY. Barang bukti berupa senjata tajam celurit panjang, tiga celurit hingga dua unit sepeda motor pelaku turut disita.
Dua pelaku yakni JA diketahui sebagai eksekutor dan NR sebagai jokinya. Korban sendiri terkena bacokan sajam di bagian bahu sebelah kiri.
Disampaikan Endriadi, berdasarkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan ternyata para pelaku sudah merencanakan perkelahian atau tawuran dengan kelompok lain. Para pelaku berencana untuk tawuran di kawasan Jombor.
Namun akibat rombongan lawan yang dimaksud tidak muncul maka mereka kembali ke titik kumpul Hingga kemudian lewatlah rombongan para korban yang tidak tahu apa-apa.
"Mereka bukan residivis. Jadi dari data mereka belum pernah melakukan," terangnya.
Rencana tawuran tersebut berawal dari medsos mereka janjian dan tantangtantangan di medsos. Sehingga korban ini bukan merupakan sasaran yang mereka janjian tadi.
Endriadi menuturkan para pelaku merupakan kelompok dari satu alumni sekolah yang sama. Namun tidak mereka tidak tergabung atau membentuk sebuah geng khusus saat melakukan aksinya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.