“Saya bertemu ibunya pada Mei 2022. Dia datang untuk memberi tahu kami bahwa dia memiliki masalah keuangan, dan kami memberinya empat voucher makanan, tapi dia malah mengambil beberapa produk makanan olahan sehingga membuat saya curiga. Beberapa warga bercerita kepada saya bahwa ada seorang anak yang tinggal sendirian, jadi saya menghubungkan kedua hal tersebut dan saya menelepon polisi setempat dan polisi nasional,” jelas Couturier.
Couturier mengatakan, anak tersebut dirawat oleh dinas sosial sejak 19 September 2022.
(Susi Susanti)