BOGOR - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalur Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (23/1/2024). Kecelakaan tersebut mengakibatkan 17 orang menjadi korban luka. Beruntung, tidak ada korban nyawa akibat insiden ini.
Berikut sejumlah faktanya:
1. Rem Blong
Kapolsek Cisarua Kompol Eddy mengatakan, kecelakaan itu diawali dengan truk boks mengangkut air mineral kemasan yang hilang kendali diduga mengalami rem blong.
BACA JUGA:
"Kronologi awal terjadinya kecelakaan datangnya kendaraan truk boks B 9740 UXX dari arah Puncak menuju Gadog," kata Eddy dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).
2. Kronologi Tabrakan Beruntun
Pada kondisi jalan yang menurun dan menikung ke kiri, truk tersebut menabrak motor F 2713 RO dan minibus F 1582 ACC. Lalu, truk membentur kembali ke kendaraan angkot F 1994 NZ yang sedang berhenti di badan jalan sebelah kiri dari arah Puncak.
"Kemudian minibus terdorong ke kanan membentur angkot D 1914 XA dari arah Gadog menuju Puncak dan membentur kembali kendaraan L300 boks BB 8863 FA yang sedang parkir di bahu jalan," jelasnya.
BACA JUGA:
Tak sampai di situ, L300 boks membentur motor B 4044 SEH dari arah berlawanan dan terus membentur 2 motor lainnya. Kendaraan truk boks aor mineral baru berhenti setelah menabrak dua bangunan.
"Menghantam tembok pilar rumah makan dan toko bengkel velg mobil," tutupnya.
3. Kesaksian Korban Selamat
Salah satu saksi mata sekaligus korban selamat, Yasril menceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan tersebut. Kecelakaan itu terjadi ketika Yasril sedang berada di dalam bengkel velg miliknya sekira pukul 11.00 WIB siang.
"Saya lagi di dalam, lagi masang ban," kata Yasril di lokasi, Selasa.
Lalu, Yasril mendengar suara benturan keras dari arah jalan. Sontak dirinya keluar dan melihat truk boks melaju kencang dari arah Puncak menuju Jakarta.
"Ada suara benturan aja saya dengar itu terus keluar. Itu mobilnya (truk boks) blong rem kayaknya," ungkapnya.
Truk boks itu menabrak beberapa kendaraan hingga warung makan dan bengkelnya. Beruntung, dengan cepat Yasril berusaha menghindar keluar.
"Seandainya kita gak lari keluar 2 detik aja kebawa (ketabrak). Yang pegawai warung itu yang satu orang kakinya terpotong," tuturnya.
Dalam kejadian ini, dirinya mengalami kerugian sekitar Rp150 juta karena tokonya dan barang-barang velg termasuk mesin press ban rusak parah.
"Ya kerugian mungkin ya sekitar Rp150 juta," tutupnya.