Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rakyat Wajib Perhatikan Rekam Jejak Paslon, Jangan Pilih Capres Pelanggar HAM!

Erfan Erlin , Jurnalis-Jum'at, 26 Januari 2024 |12:03 WIB
Rakyat Wajib Perhatikan Rekam Jejak Paslon, Jangan Pilih Capres Pelanggar HAM!
Diskusi publik Menolak Lupa Kasus Pelanggaran HAM Berat dan Demokrasi di Yogyakarta. (Foto: MPI/Erfan)
A
A
A

Hal ini dibuktikan dengan ketiadaan penghukuman dan pertanggungjawaban dari para pelaku termasuk melakukan serangkaian upaya pengungkapan kebenaran atas peristiwa pelanggaran HAM berat, pemastian pemenuhan hak atas pemulihan secara efektif dan menyeluruh, hingga gagalnya Negara untuk mencegah tindakan kekerasan serupa yang terulang kembali.

Ketiadaan penghukuman bagi para pelaku kian membuat pelbagai pelanggaran yang lebih buruk terus terjadi. Hal ini tak hanya ditandai dengan adanya pola kekerasan yang berulang di tiap peristiwa pelanggaran HAM melainkan juga ditengarai melalui kegagalan dalam melakukan lustrasi politik dengan masih memberikan ruang dan karpet merah bagi para pelaku.

"Situasi ini mencerminkan ketidakseriusan pemerintah dalam mewujudkan keadilan serta menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat,"terang dia.

Diskusi Kamisan ini sendiri menghadirkan pembicara Istri Almarhum Munir, Suciwati kemudian Aktivis HAM Fatia Maulidiyanti, Founder Social Movement Institute Eko Prasetyo, Maring Institut / Walhi Jateng Adetya Pramandira dan perwakilan Imarsial Hussein Ahmad. Namun karena alsan sesuatu, Adetya Pramandira urung datang. Dalam agenda ini, turut menampilkan penampilan seni dari Teater Ekasula dan pemutaran film Munir.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement