Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waspada! 701 TPS di Lebak Ada di Daerah Rawan Bencana Hidrometeorologi

Fariz Abdullah , Jurnalis-Sabtu, 27 Januari 2024 |10:03 WIB
 Waspada! 701 TPS di Lebak Ada di Daerah Rawan Bencana Hidrometeorologi
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memetakan terdapat 701 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berada di daerah rawan bencana Hidrometereologi baik banjir, longsor hingga tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan di awal Februari berdasarkan rilis BMKG merupakan puncak musim penghujan.

"Sudah kita sampaikan kepada teman-teman relawan bahwa diakhir Januari dan awal Februari adalah puncak musim hujan," kata Febby, Sabtu (27/1/2024).

Menurut Febby, ratusan TPS itu tersebar di 86 Desa, 14 Kecamatan di Kabupaten Lebak. Data itu berdasarkan hasil peta resiko bencana BPBD dan relawan setempat.

"Kemudian ada 14 Kecamatan, 86 desa dan itu tersebar di 701 TPS rawan bencana tidak hanya bencana banjir jadi kita memetakan adalah bencana longsor dan rawan bencana tsunami kita mengantisipasi semua semua skenario gangguan kebencanaan walaupun memang yang dikhawatirkan adalah bencana hidrometereologi," tuturnya.

Sebagai antisipasi, lanjut Febby, pihaknya telah menyiapkan perahu karet, alat berat yang berkoordinasi dengan DPUPR baik Lebak maupun Provinsi hingga pembinaan kepada relawan.

"Banjir sendiri itu ada di wilayah Selatan terutama di Wanasalam itu banjir kemudian Banjarsari, Gunung kencana kemudian ke sebelah utaranya ke sini adalah di wilayah Muncang, Sobang, Leuwidamar untuk rawan longsor itu yang kami prediksi akan cukup crowdeat disana," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement