Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang, karena banyaknya penduduk Indonesia dalam usia produktif menjadi sangat membantu untuk menggapai bonus demografi dalam mencapai Indonesia Emas 2045.
Pemerintah juga sudah bergerak untuk meningkatkan Balai Kerja Vokasi (BLK) untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia yang adaptif, resilien dan inklusif.
“Saya yakin, mahasiswa yang belajar di luar negeri memiliki banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan. Ketika nanti menjadi tenaga kerja atau wirausahawan yang sukses akan menjadi generasi masa depan Indonesia, juga menjadi generasi yang turut mewarnai bonus demografi. Bangunlah jejaring untuk berkontribusi karena Indonesia menunggu kalian semua.” Pungkas Ibu Dr. Ida Fauziyah.
Rinaldi Nur Ibrahim, Founder Youth Ranger Indonesia, bercerita tentang lika-liku perjuangannya untuk meningkatkan pengembangan SDM. Ia memiliki 6 platform media yang keseluruhannya bergerak dalam bidang pendidikan, kepemimpinan dan pengembangan SDM. Bahkan ia juga sudah mampu untuk memberikan beasiswa bagi pelajar dari tingkat pendidikan dasar hingga profesi.
“Era sekarang, media digital itu peluang besar dan penting untuk meningkatkan potensi kemampuan untuk memperluas jaringan. Maka dari itu, Masyarakat Indonesia harus melek dan mampu untuk mengoperasikan media,” ungkap Renaldi.
“Yang harus kita lakukan adalah membangun percaya diri, merangkul, dan memberikan wadah untuk berkembang,” lanjutnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.