BACA JUGA:
Dalam skenario itu, Brimob hingga Babinsa akan berada di barisan barikade paling depan menghalau massa. Aparat TNI kemudian baru turun ketika Brimob terpukul mundur.
Bermodalkan tameng, mereka menahan seluruh aksi massa yang marah. Kemarahan aksi massa itu diskenariokan dengan melempar sejumlah barang hingga memukul dan menendang tameng.
Dalam skenario itu juga, aparat TNI sama sekali tidak terlihat melakukan penyerangan. Upaya kontak terbesar terhadap massa ialah dengan mendorong massa menggunakan tameng secara perlahan.
Masih dalam simulasi itu, aparat massa yang tidak puas kembali mencoba menerobos aparat TNI. Mereka kemudian mempertontkonkan penggunaan alat drone yang menjatuhkan asap, upaya lainnya adalah dengan mengunakan mobil kawat besi.