ISRAEL – Israel langsung memprotes keputusan Amerika Serikat (AS) yang memberikan sanksi ke empat pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Tak lama setelah Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif tersebut, Israel menunjukkan ketidakpuasannya dan menggambarkan mayoritas pemukim Tepi Barat sebagai pihak yang taat hukum.
“Israel mengambil tindakan terhadap semua pelanggar hukum di mana pun, dan oleh karena itu tidak diperlukan tindakan yang tidak biasa dalam masalah ini,” terang pernyataan dari kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, dikutip BBC.
Tanggapan tersebut merupakan tanda lain dari keretakan publik yang semakin mendalam antara AS dan Israel.
Kedua pemimpin tersebut adalah sekutu jangka panjang, namun dalam beberapa pekan terakhir tidak sepakat mengenai gagasan pembentukan negara Palestina merdeka. AS meyakini negara Palestina bersama Israel yang dikenal sebagai solusi dua negara sangat penting bagi stabilitas jangka panjang di kawasan.
Netanyahu telah berulang kali menolak gagasan tersebut, dan Gedung Putih bulan lalu mengakui bahwa pemerintah Amerika dan Israel melihat sesuatu secara berbeda.
Komentar-komentar tersebut mengurangi harapan di beberapa kalangan bahwa konflik tersebut dapat mengakibatkan para pemimpin Israel dan Palestina memulai kembali perundingan diplomatik dan memulai proses perdamaian yang terbengkalai.
Seperti diketahui, Biden telah menyetujui sanksi terhadap empat pemukim Israel yang dituduh menyerang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Biden menandatangani perintah eksekutif yang luas, mengatakan kekerasan di Tepi Barat telah mencapai tingkat yang tidak dapat ditoleransi.
Sanksi tersebut menghalangi individu untuk mengakses semua properti, aset, dan sistem keuangan AS.
Perintah eksekutif baru ini berarti pemerintah AS mempunyai wewenang untuk memberikan sanksi kepada warga negara asing mana pun yang menyerang, mengintimidasi, atau menyita properti warga Palestina.
Dikutip BBC, sanksi tersebut adalah yang pertama yang dilakukan pemerintah AS, sebuah langkah langka yang menargetkan warga Israel dan terjadi ketika Biden melakukan perjalanan ke negara bagian Michigan, yang memiliki populasi Arab-Amerika yang besar dan mengkritik dukungannya terhadap Israel.
Pada Kamis (1/2/2024), seorang pejabat senior di pemerintahan Biden mengatakan presiden telah berulang kali menyampaikan kekhawatirannya kepada Israel tentang kekerasan yang dilakukan oleh pemukim.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.