Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa Hari Ini: Hari Kanker Sedunia hingga Peluncuran Facebook

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Minggu, 04 Februari 2024 |04:00 WIB
Peristiwa Hari Ini: Hari Kanker Sedunia hingga Peluncuran Facebook
Facebook (Foto: Fox News)
A
A
A

 

JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah pernah terjadi pada 4 Februari. Sebut saja lahirnya Sri Sultan Hamengkubuwono VII yang merupakan Raja Kesultanan Yogyakarta. Ia memiliki julukan Sultan Sugih karena kejayaannya saat memimpin.

Kemudian ada Hari Kanker Sedunia. Peringatan ini memiliki tujuan agar pada 2020 penyakit kanker mengalami penurunan yang signifikan, terutama terkait jumlah penderitanya dan angka kematiannya.

Okezone merangkum sejumlah peristiwa yang terjadi pada 4 Februari. Berikut ini ulasannya: 

1839 – Lahirnya Sultan Hamengkubuwono VII

Sri Sultan Hamengkubuwana VII, putra tertua Sultan Hamengkubuwono VI, lahir pada 4 Februari 1839. Raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah pada 1877–1920 ini berjuluk Sinuhun Behi. Ia juga dikenal dengan sebutan Sultan Ngabehi atau Sultan Sugih. Nama asli Sri Sultan Hamengkubuwana VII adalah Gusti Raden Mas Murtejo. Ia naik takhta menggantikan ayahnya pada 13 Agustus 1877.

Ketika masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII, banyak didirikan pabrik gula di Yogyakarta. Diketahui, seluruhnya berjumlah 17 pabrik. Setiap pendirian pabrik memberikan peluang kepadanya untuk menerima dana sebesar F200.000. Hal ini membuat Sultan sangat kaya sehingga memperoleh julukan Sultan Sugih.

Masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana VII juga merupakan masa transisi menuju modernisasi di Yogyakarta. Banyak sekolah modern didirikan. Ia bahkan mengirim putra-putranya belajar hingga Belanda.

Pada 29 Januari 1921, Sri Sultan Hamengkubuwono VII yang saat itu berusia 81 tahun memutuskan turun takhta dan mengangkat putra mahkotanya yang keempat, GRM Sujadi, bergelar GPH Purubaya, sebagai penggantinya. Konon peristiwa ini masih dipertanyakan keabsahannya karena putra mahkota yang pertama, GRM Akhaddiyat, bergelar KGP Adipati Anom Hamengkunegara I, yang seharusnya menggantikan ayahnya, tiba-tiba meninggal dunia, dan sampai saat ini belum jelas penyebabnya.

2003 – Republik Federal Yugoslavia berganti nama menjadi Serbia dan Montenegro

Uni Negara Serbia dan Montenegro mulai dikenal pada 2003–2006. Kedua negara ini merupakan bekas negara bagian Republik Federal Sosialis Yugoslavia, dan awalnya pada 1992 membentuk Republik Federal Yugoslavia (RFY).

Serbia dan Montenegro bekerja sama hanya dalam sejumlah bidang politik. Kedua negara tersebut mempunyai kebijakan ekonomi dan mata uang terpisah. Mereka tidak lagi mempunyai satu ibu kota yang sama, dan lembaga-lembaga bersamanya dibagi dua antara Beograd di Serbia dan Podgorica di Montenegro.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement