Etika politik, kata Siti, diperlukan untuk meredam dan cenderung politik menghalalkan semua cara tersebut. Dia meminta agar para elit, aktor, dan para tokoh seharusnya mampu merefleksikan nilai-nilai atau etika politik yang meneladani diharapkan berpengaruh positif terhadap Pemilu yang jujur dan adil.
“Yang free and fair, yang Luber, langsung, umum, bebas, rahasia, dan tentu yang tadi itu kita garis bawahi sesuai dengan Undang-Undang Pemilu free and fair, ini yang harus dilakukan.”
“Pentingnya etika politik dalam berdemokrasi dan berpemilu ini tidak bisa ditawar menurut saya. Oleh karena itu mestinya berdemokrasi, berpemilu, berpolitik yang melandaskan Pancasila. Tidak hanya berpegang pada kaidah hukum tetapi juga pada kesadaran dan kepantasan moral yang mengedepankan etika nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)