Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tradisi Kawalu, Saba Budaya Baduy Ditutup Selama 3 Bulan

Fariz Abdullah , Jurnalis-Minggu, 04 Februari 2024 |10:34 WIB
Tradisi Kawalu, Saba Budaya Baduy Ditutup Selama 3 Bulan
Baduy (Foto: Fariz Abdullah)
A
A
A

LEBAK - Saba Budaya Baduy atau Wisata Baduy ditutup untuk umum mulai 13 Februari 2024 sampai 13 Mei 2024 atau selama tiga bulan karena memasuki waktu Kawalu.

Penetapan itu diterbitkan langsung Pemerintah Kabupaten Lebak khususnya Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar berdasarkan keputusan lembaga adat tangtu tilu Jaro tujuh lembaga Desa Kanekes.

Dalam salinan surat yang diterima, keputusan tersebut berlaku untuk tiga kawasan Baduy dalam yakni Cibeo, Cikartawana dan Cikeusik. Ketiga lokasi itu ditutup untuk umum.

Meski demikian, masih ada beberapa orang yang diizinkan masuk ke tiga lokasi tersebut meski dalam kondisi Kawalu yakni pemerintah atau dinas 1-3 orang dengan izin kepala desa ataupun lembaga adat.

Kedua yakni tamu tujuan khusus yang sudah mendapatkan izin dari kepala desa maupun lembaga adat. "Tamu rombongan ditutup tiga bulan selama bulan Kawalu," tulis petikan surat yang ditandatangani Kepala Desa Kanekes, Sajira pada 1 Februari 2024.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso membenarkan mulai 13 Februari sampai dengan Mei 2024 Saba Budaya Baduy ditutup untuk umum khususnya area Baduy dalam.

"Iya Baduy dalam ditutup untuk umum 13 Februari sampai 13 Mei 2024 karena sedang bulan Kawalu," kata Budi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu, 4 Februari 2024.

Meski demikian, lanjut Budi, kunjungan tetap diizinkan untuk wisatawan. Tapi hanya sebatas di area Baduy luar atau Ciboleger.

"Yang mau berkhnjung silakan ke baduy luar di ciboleger. Kita harap pengunjung atau wisatawan agar mematuhi dengan tidak masuk ke Baduy dalam," tandasnya.

Mengutip Laman Provinsi Banten Tradisi Kawalu merupakan upacara adat Suku Baduy yang dilangsungkan sebelum upacara Seba. Adapun tahapannya yaitu, upacara Ngalanjakan, upacara Kawalu, upacara Ngalaksa, dan upacara Seba. Upacara ini sebagai puncak dari upacara-upacara adat yang dilakukan orang Kanekes.

Upacara Kawalu ini dilakukan Suku Baduy bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Hyang Karesa atas berhasilnya panen padi huma (ladang) orang Kenakes setiap tahunnya. Oleh karena itu, upacara Kawalu biasa dilangsungkan setelah masa panen.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement