Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Akui Minta Rektor buat Video Puji Jokowi di Tengah Derasnya Kritik

Riana Rizkia , Jurnalis-Rabu, 07 Februari 2024 |19:23 WIB
Polri Akui Minta Rektor buat Video Puji Jokowi di Tengah Derasnya Kritik
Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: MPI/Riana Rizkia)
A
A
A

JAKARTA - Mabes Polri akhirnya mengakui bahwa ada polisi di daerah yang meminta sejumlah rektor untuk membuat video testimoni dengan narasi positif ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah derasnya kritikan dari kalangan akademisi atau kampus.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, upaya itu dinilai sebagai cara untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Pertama, tentu pemeliharaan keamanan adalah tugas pokok Polri dan kemudian ini gunanya adalah memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Maka dibutuhkan kolaboratif atau kolaborasi partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk juga kepada seluruh kaum civitas akademika," kata Trunoyudo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2024).

 BACA JUGA:

Trunoyudo enggan membenarkan mengenai tujuan pembuatan video tersebut untuk mengapresiasi Jokowi atau tidak. Ia hanya menjelaskan bahwa cooling system perlu dilakukan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Baik rekan-rekan tadi kami sampaikan tujuan daripada cooling system itu memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat. Ada hal-hal yang kita perlu menjaga, jangan sampai termakan provokasi, jangan sampai terpecah belah, atau terjadi sesuatu yang dapat menggangu," katanya.

Lebih lanjut, Trunoyudo mengatakan, Polri selalu berinteraksi dan bersentuhan dengan masyarakat, untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sehari-hari, maupun menjelang Pemilu 2024.

 BACA JUGA:

"Artinya, dalam sehari-hari tugas pokok amanat undang-undang Polri memelihara Kamtibmas. Pada masa Pemilu 2024, untuk menjaga kondusifitas, tentu juga Polri diberikan tanggung jawab untuk mengamankan dan juga mendukung penyelenggaraan pemilu ini aman, damai, dan bermartabat. Sehingga, tentunya demokrasi berjalan secara berkualitas dan berintegritas," katanya.

Di sisi lain, Trunoyudo memastikan bahwa Polri menjunjung tinggi netralitas. Terlebih, netralitas itu juga diawasi sejumlah lembaga, baik masyarakat ataupun penyelenggara negara.

"Polri adalah lembaga negara yang merupakan tugas pokoknya kami sampaikan, yaitu pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Tentu tadi gunanya memberikan perlindungan, pengayoman dan juga pelayanan kepada masyarakat," katanya.

 BACA JUGA:

Ihwal polisi minta rektor bikin video pujian ke Jokowi terkuak setelah Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Semarang, Ferdinandus Hindiarto buka suara bahwa dirinya telah diminta oleh pihak yang mengaku dari Polrestabes Semarang untuk membuat video testimoni ajakan pemilu damai dan narasi positif ke pemerintahan Jokowi. Pengakuan sang rektor seketika heboh.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement