Pertemuan ini juga berencana untuk menyuratkan pesan kepada Presiden, mereka menekankan pentingnya suara moral dari berbagai elemen masyarakat.
Tujuannya adalah untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. Meski suaranya bersifat pribadi, KH Aang menyatakan bahwa ini merupakan ikhtiar dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar demi kepentingan bangsa.
"InsyaAllah ada, surat ini akan kami sampaikan kepada para pihak yang menurut kami berkepentingan, siapapun. Kami saling mengingatkan sesama anak bangsa supaya menghasilkan suatu pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat," kata KH Aang.
Pernyataan ini ditutup dengan harapan untuk mengembalikan nilai-nilai moral dan etika kebangsaan berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Masyarakat diharapkan bersatu dalam menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi.
Berikut beberapa tokoh yang hadir antara lain, KH Dodo Syarif Hidayatulloh MA, Ketua MUI Kuningan, KH Oding, Ketua Forum Kiai dan Dai Kuningan, KH Ma’shum Abdullah, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kuningan, Dr Nanan, Rektor Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan, Dr Iskandar dosen Universitas Kuningan (UNIKU), Dr Fahrus dosen Universitas Kuningan (UNIKU), Dr Ugin, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kuningan, Dr Aep Saepudin, Wakil Rektor I Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, para Kiai pengasuh pesantren, dan para dosen lintas perguruan tinggi Kuningan, Jawa Barat.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.