Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kiai dan Akademisi di Kuningan Jabar Suarakan Petisi Dorong Integritas Pemilu 2024

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 07 Februari 2024 |09:15 WIB
 Kiai dan Akademisi di Kuningan Jabar Suarakan Petisi Dorong Integritas Pemilu 2024
Petisi Linggarjati di Kuningan (foto: dok ist)
A
A
A

KUNINGAN - Para Kiai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Akademisi dari berbagai perguruan tinggi, dan ormas besar, menggelar pertemuan lewat "Petisi Linggarjati" dengan menyatakan keprihatinan atas kondisi kebangsaan yang mengkhawatirkan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Halaman Gedung Perundingan Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa 6 Februari 2024. Mereka menyoroti penyalahgunaan kekuasaan, politisasi bansos, dan fenomena lunturnya nilai-nilai kebangsaan. Kiai dan Akademisi menilai tindakan ini mengancam demokrasi dan pendidikan politik kebangsaan yang baik.

"Teman-teman para Kiai para Akademisi itu merasa ada keprihatinan menyimak perkembangan kehidupan politik nasional sekarang ini. Oleh karena itu suara ini perlu terus digaungkan, perlu terus disampaikan," ungkap Ketua PD Muhammadiyah Kuningan, Ustadz Dadan dalam keterangannya, Rabu (7/2/2024).

"Sehingga kemudian para penyelenggara negara ini, insyaAllah merasa diingatkan karena kalau tidak ini, ini bisa akan membawa dampak yang tidak kita harapkan," sambungnya.

Sorotan mengenai tindakan merusak moral dan etika kebangsaan, seperti cawe-cawe dalam pemilu, penyalahgunaan kekuasaan, penggunaan fasilitas negara, dan politisasi bansos juga digaungkan. Hal itu dinilai akan semakin memudarkan nilai-nilai kebangsaan dan netralitas pejabat publik dalam pemilu.

"Menurut kami berarti pejabat yang bersangkutan tidak memahami gitu ya, sehingga kemudian nanti dari netralitas menjadi diabaikan. Oleh karena itu, semoga para pejabat yang bersangkutan bisa menyadari, sehingga kehidupan kebangsaan kita menjadi baik-baik saja," tuturnya.

Selain itu, KH Aang Asy'ari, Pembina Forum Silaturahmi Pesantren Kuningan & Direktur Aswaja Center Kuningan (Forsenku), juga menyuarakan hal yang sama mengenai keprihatinan terhadap kondisi politik nasional. Ia menegaskan, bahwa suara ini perlu terus digaungkan dan disampaikan agar para penyelenggara negara dapat diingatkan terhadap perkembangan politik yang dinilai prihatin.

"Kita dari berbagai elemennya dari NU, Muhammadiyah, MUI, kami hadir ke sini bukan dalam konteks lembaga, ini adalah suara pribadi," kata KH Aang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement