"Yang kita harus lihat itu adalah rasa keadilan. Sedangkan ada asumsi teoritis dari mereka itu mengatakan bahwa yang bisa mencetuskan revolusi itu krisis ekonomi?," ungkap Koentjoro kepada iNews Media Group, Kamis (8/2/2024).
"Tidak, kalau ini menyangkut masalah krisis kepemimpinan, juga bisa," lanjut Koentjoro.
Koentjoro juga menjelaskan situasi perdebatan antar masyarakat juga terjadi karena banyaknya pernyataan-pernyataan yang diciptakan untuk saling berbeda satu antara lainnya. Jika dibiarkan secara terus menerus, Koentjoro mengatakan di antara masyarakat akan terjadi konflik yang diawali di media sosial.
"Sebenarnya statement-statementnya itu diadu kan, kita kan bisa melihat pernyataan-pernyataan itu diarahkan kan. Di satu sisi kita melihat ada kelemahan, tetapi di sisi lain melihatnya berbeda lagi," tutur Koentjoro.
"Akibatnya apa? Di antara pendukung masing-masing ini akibatnya berantem di media sosial," lugas Koentjoro.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.