Pu Rañjan yang di dalam masa pemerintahan Rakai Kayuwangi menjabat tawan, sedangkan di dalam masa pemerintahan Rakai Watukura muncul sebagai pangkur. Berikutnya Pu Cakra yang di dalam masa pemerintahan Rakai Watukura menjabat samgat manghuri, di dalam masa pemerintahan Rakai Layang Dyah Tlodhong muncul sebagai pamgat tiruan.
Pu Kětuwijaya yang di dalam masa pemerintahan Sri Dakşottama Bahubajra Pratipakşakşaya menjabat rakryan mapatih i halu, kemudian menduduki jabatan rakryan mapatih i hino, dalam masa pemerintahan Rakai Layang, dan Pu Sindok yang dalam masa pemerintahan Rakai Layang menduduki jabatan rakryan mapatih i halu kemudian menjabat rakryan mapatih i hino dalam masa pemerintahan Rakai Sumba Dyah Wawa.
Perbedaan mencolok ada ketika Mataram kuno berpindah ke Jawa Timur semasa Mpu Sindok. Saat itu Mpu Sindok nama-nama pejabat-pejabat tingkat pusat dari pemerintahan sebelumnya Rakai Sumba Dyah Wawa dipertahankan. Hal ini dapat diketahui dari prasasti - prasasti yang ditulis, mungkin juga dipertahankannya pejabat itu karena masa menjabat Dyah Wawa cukup singkat.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.