Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa, Dosen, Guru Besar dan Alumni Trisakti Menentang Pelanggaran Etika Demokrasi

Ismet Humaedi , Jurnalis-Sabtu, 10 Februari 2024 |04:01 WIB
Mahasiswa, Dosen, Guru Besar dan Alumni Trisakti Menentang Pelanggaran Etika Demokrasi
Mahasiswa, dosen, guru besar hingga alumni Trisakti menentang pelanggaran etika demokrasi (Foto: Ismet Humaedi)
A
A
A

JAKARTA - Menanggapi situasi kekhawatiran matinya reformasi di Indonesia, sivitas akademika Universitas Trisakti menggelar mimbar bebas di Tugu Reformasi 12 Mei, Jakarta, Jumat (9/2/2024). Para mahasiswa, dosen, guru besar, hingga alumni kompak menyerukan maklumat bertajuk “Trisakti Melawan Tirani”.

Maklumat yang dibacakan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Vladima Insan Mardika, menjelaskan mereka menentang berbagai pelanggaran etika kehidupan berbangsa yang diperlihatkan oleh penyelenggara negara. Terutama isu dinasti politik yang belakangan mencuat ke permukaan setelah pencalonan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, anak dari Presiden Joko Widodo.

Mereka menyoroti banyak hal seperti Mahkamah Konstitusi, sejumlah menteri hingga KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Vladima mengatakan, kegelisahan ini juga terjadi karena adanya manipulasi rakyat melalui personifikasi bantuan sosial yang merupakan kewajiban negara atas hak-hak rakyat sebagai pemberian pribadi untuk tujuan kepentingan elektoral terhadap paslon tertentu.

"Kami menolak personifikasi dan personalisasi kewajiban negara atas hak-hak rakyat untuk tujuan partisan elektoral," ujar Vladima kepada wartawan.

Para sivitas akademika Universitas Trisakti juga menyoroti pemberantsan korupsi yang dilakukan Jokowi saat ini penuh dengan intrik. Banyak terduga koruptor yang ikut dalam tim kampanye yang didukung oleh para penguasa negeri dan penyelidikan kasusnya dihentikan.

"Kami juga menolak pemberantasan korupsi yang bermotif dan bertujuan politik partisan. Jika negara serius, maka penanganan korupsi tidak berhenti ketika pejabat yang diperiksa justru menjadi juru kampanye paslon tertentu yang didukung penguasa," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement