Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa, Dosen, Guru Besar dan Alumni Trisakti Menentang Pelanggaran Etika Demokrasi

Ismet Humaedi , Jurnalis-Sabtu, 10 Februari 2024 |04:01 WIB
Mahasiswa, Dosen, Guru Besar dan Alumni Trisakti Menentang Pelanggaran Etika Demokrasi
Mahasiswa, dosen, guru besar hingga alumni Trisakti menentang pelanggaran etika demokrasi (Foto: Ismet Humaedi)
A
A
A

Vladima menilai, Pemilu 2024 menjadi pemilu pertama yang tidak fair, tidak bebas dan tidak demokratis semenjak masa Reformasi. Dia mengatakan terlalu banyak ketidaknetralan pejabat dan aparat negara, termasuk penyelahgunaan fasilitas dan sumber daya negara lainnya hanya untuk kepentingan partisan paslon tertentu.

“Kami mendukung suara gerakan keprihatinan guru besar sertia sivitas akademika dari berbagai kampus universitas atas kemunduran demokrasi saat ini. Dan kami mendukung seruan untuk kembali ke jalan demokrasi yang benar,” ucap Vladima.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Trisakti, Dadan Umar Daihani, mengatakan, gerakan ini merupakan aksi lanjutan dari apa yang sudah disampaikan oleh kampus-kampus lainnya di Indonesia.

“Kami sedih kampus sudah mengajarkan etika, di luar etika dikoyak. Ini menjadi panggilan dan kami ini hanya melengkapi semua guru besar yang sebelumnya sudah bicara," kata Dadan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement