Adapun, Bagus menyebut Pemilu 2024 merupakan pemilihan umum ke-6 dari proyeksi tersebut. Sehingga, kata dia, harus tetap dijaga prinsip-prinsip demokrasinya. Terutama, lanjut dia, aparatur pemerintah harus bersikap netral pada Pemilu 2024.
"Pemilu 2024 harus tetap kita jaga prinsip2 demokrasinya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mestinya netral, tapi kemudian berpihak dengan melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu hak warga negara dalam memilih di Pemilu 2024,” ungkapnya.
Sebelumnya, ratusan aktivis mahasiswa dan pemuda dari berbagai kampus dan organisasi di Jawa Tengah menghadiri Kopi Darat Forum Pemuda Penjaga Demokrasi di Brebes, Jawa Tengah.
Kegiatan bertajuk Kawal Demokrasi dan Kawal Pemilu 2024 ini dihadiri berbagai elemen organisasi dan aktivis mahasiswa dari beberapa universitas yang ada di Brebes, Tegal, Semarang dan perwakilan dari UIN Jakarta yang sebelumnya sudah dikoordinasikan oleh Forum Pemuda Penjaga Demokrasi.
Dalam sesi mimbar bebas, Koordinator FPPD Kab Brebes, Agung, mendorong peserta forum ini untuk mendirikan sebanyak mungkin posko kawal pemilu dalam sisa hari menuju pencoblosan di sudut-sudut pedesaan, supaya pemilu dapat berjalan dengan fair.
"Mengawal Pemilu 2024, tidak akan selesai di forum diskusi. Harus kita manifestasikan", pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.