Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kertanagara Gelar Ritual Tantrik Tiru Khubilai Khan, Raden Wijaya Pilih Mesra dengan China

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 15 Februari 2024 |05:17 WIB
Kertanagara Gelar Ritual Tantrik Tiru Khubilai Khan, Raden Wijaya Pilih Mesra dengan China
Raden Wijaya (Foto: istimewa)
A
A
A

Jawa memiliki banyak sekali hubungan dagang dengan China. Bahkan, koin tembaga China tetap digunakan setelah Majapahit berdiri, walaupun Majapahit sendiri memberlakukan mata uang baru untuk digunakan sebagai alat pembayaran domestik.

Area perdagangan maritim Jawa meluas dan semakin kompleks hingga mencakupi sejumlah kerajaan tetangga, termasuk China dan India. Kapas, benang dan kain, serta beras, garam, dan bahan-bahan makanan lainnya dari Jawa Timur mengalir ke Sunda dan pelabuhan-pelabuhan lada di Sumatra, tempat komoditas - komoditas tersebut ditukar dengan pewarna celup merah dan lada.

Lada dibarter dengan kain katun Bali, yang selanjutnya dikirim ke Maluku. Kain-kain tersebut, dan juga perhiasan emas dan perak, koin-koin kecil, sutra serta kain katun dari Cina dan India, porselen Cina dan beras dari Bima, digunakan untuk membeli cengkeh dan pala. Parang dari Sulawesi Timur dibarter dengan kayu cendana, dan lilin dengan kayu Timor. Terjadi pertukaran barang secara konstan.

Sebenarnya Jawa tak punya niat jahat terhadap China, melainkan terhadap Kaisar Mongol yang menunjukkan sikap bermusuhan dan telah menaklukkan dataran China, serta menuntut agar semua negeri di kawasan tersebut tunduk pada daulatnya alih-alih sekadar memungut upeti tahunan, seperti yang dulu biasa dilakukan.

Negeri-negeri itu bersedia mengirim upeti, karena China adalah kekuatan dominan di antara bangsa-bangsa pelaut lainnya di Asia Timur dan selama ini telah menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Tuntutan Khubilai Khan agar negeri-negeri yang lebih kecil menyembahnya sebagai kaisar mereka, jika tidak, mereka akan diserang dan dihancurkan, berbeda dari cara-cara China yang bijak dan telah lama mereka hormati.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement