Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bawaslu Terima Ribuan Laporan Adanya Intimidasi di TPS saat Pemilu 2024

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Jum'at, 16 Februari 2024 |14:48 WIB
Bawaslu Terima Ribuan Laporan Adanya Intimidasi di TPS saat Pemilu 2024
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menerima ribuan laporan adanya intimidasi di tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024. Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan dari laporan yang masuk, pelaku intimidasi bukan dari aparat keamanan.

"Sampai saat ini belum ada (laporan aparat mengintimidasi) belum ada informasi itu," kata Bagja, Jumat (15/2/2024).

Bagja tak menjawab detail siapa-siapa saja sosok pelaku intimidasi. Dia hanya menyebut bahwa intimidasi dilakukan mayoritas kepada penyelenggara Pemilu. Salah satunya adalah adanya laporan mengenai kotam suara DPRD yang dibuang di daerah Maluku.

 BACA JUGA:

"Ketika ada kesalahan dari teman-teman penyelenggara tolong diingatkan kan ada pengawas TPS di situ. Mereka yang akan mencatat. Tidak usah Tegang-tegangan apalagi harus banting-banting," jelasnya.

Bagja juga belum merinci soal temuan Bawaslu mengenai adanya mobilisasi pemilih untuk memilih palon tertentu. Menurutnya, permasalahan ini masih diteluri.

"Detailnya(ada mobilisasi) dari daerah mana saja, belum bisa kami sampaikan, tutur dia.

 BACA JUGA:

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap terdapat permasalahan yang terjadi selama pemungutan suara Pemilu 2024. Salah satunya yaitu adanya intimidasi terhadap pemilih dan penyelenggara Pemilu dan adanya mobilisasi untuk memilih.

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty merinci permasalahan terhadap intimidasi baik kepada Pemilih maupun penyelenggara Pemilu didapati di sebanyak 2.271 tempat pemungutan suara (TPS).

"Terdapar 2.271 TPS terjadi intimidasi kepada pemilih dan atau penyelenggara pemilu di TPS," jelasjnya

Sementara, sebanyak 2.632 TPS juga melaporkan adanya mobilisasi dan atau mengarahkan pilihan pemilih. Mobilisasi ini dilakukan baik oleh tim sukses, peserta pemilu hingga penyelenggara.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement