Prabu mengatakan publik seharusnya kini hanya berpatokan pada penghitungan resmi secara real oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Sudah cukup quick count itu, sekarang kita berpatokan pada real count KPU saja," katanya.
Prabu mengatakan hal tersebut dikarenakan sudah banyak temuan kejanggalan penghitungan suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pulau Jawa. Ia pun mengkhawatirkan situasi tersebut akan lebih buruk di luar pulau Jawa.
"Hal-hal tersebut ditemukan dengan bukti dan ditayangkan melalui media sosial, ini betul-betul hal yang memalukan. Jadi harus ditangani secara cepat oleh para penyelenggara pemilu," lugas Prabu.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.