JAKARTA - Co-Founder 'Ubah Bareng', Riezal Ilham menjelaskan aksi penandatangan petisi dalam acara 'Alarm Perubahan' oleh ribuan anak muda pendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) di Aljazeerah Function Hall, Jatinegara, Jakarta Timur sebagai upaya menuntut integritas penyelenggaraan Pemilu 2024.
Diketahui hasil quick count atau hitung cepat Pemilu 2024 mengindikasikan sejumlah kejanggalan dan mendapat sorotan publik.
"Pertama untuk memastikan integritas dari proses pemilu ini tentu kalau misalnya melihat proses pemilu tentunya bukan pada saat pencoblosan atau penghitungan suara tapi jauh ke belakang. Itu bagaimana kita melihat sistem demokrasi ini dan kita ingin menjaga integritas disitu," kata Riezal saat ditemui dilokasi, Minggu (18/2/2024).
Riezal menambahkan bahwa kegiatan Alarm Perubahan sebagai upaya memupuk semangat perubahan kembali bagi pendukung AMIN.
BACA JUGA:
"Yang kedua adalah bagaimana kita tetap memupuk untuk memperjuangkan semangat-semangat perubahan. Karena ini orang-orang disini bukan karena figur, kita bukan sebatas figur pendukung Anies dan Muhaimin tapi kita mendukung ide dari perubahan itu sendiri kita sepakat dengan gagasan perubahan dan kita mau memperjuangkan, makanya mereka hadir disini termasuk petisi ini adalah mendorong nilai-nilai tersebut bisa diakomodir," ujarnya.
Riezal menyebut alarm perubahan sendiri baru di gelar di Jakarta sebagai pemantik daerah lainnya untuk membangunkan semangat perubahan pendukung AMIN yang sempat tertidur melihat hasil quick count.
"Tentu ya, alarm ini kita nyalakan dulu satu, kita bangunkan orang-orang dan harapannya orang-orang yang belum bangun ini alarmnya kita nyalakan lebih dekat dan lebih terdengar lagi," ungkapnya.
BACA JUGA:
Berikut isi 'Petisi Perubahan Adil, Seadil-adilnya' yang bacakan Co-Founder 'Ubah Bareng' Mohammad Abror;
1. Bahwa kita menuntut pemerintahan yang adil melalui kepemimpinan yang menjunjung tinggi etika.
2. Meminta penyelenggara pemilihan untuk untuk memastikan seluruh proses pemilu, yang tidak dinodai oleh intimidasi pada pemilih, mobilisasi aparat pemerintah, politisasi bantuan sosial, dan segala bentuk kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.
3. Bahwa kita akan terus mengawal proses pemilihan umum untuk menjunjung prinsip kejujuran dan keadilan.
4. Bahwa perjuangan perubahan tidak akan berhenti dan kita tetap berada di jalan perubahan
(Salman Mardira)