Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hasil Resmi Pemilu 2024 Belum Ditetapkan, Pakar: Kita Mendorong Semua Menahan Diri

Ismet Humaedi , Jurnalis-Senin, 26 Februari 2024 |21:30 WIB
Hasil Resmi Pemilu 2024 Belum Ditetapkan, Pakar: Kita Mendorong Semua Menahan Diri
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampow menyoroti banyaknya partai politik (parpol) yang sudah mengklaim hasil kemenangan atas hasil quick count dan Sirekap.

Dia menilai, hal tersebut merupakan tindakan yang terburu-buru. Sehingga sebaiknya semua pihak harus bisa menahan diri sebelum adanya putusan resmi dari KPU.

“Memang kita selalu mendorong supaya semua menahan diri. Melakukan klaim kemenangan ini sebaiknya tidak dilakukan karena kita harus menunggu hasil resmi,” kata Jeirry, Selasa (26/2/2024).

Dia mengingatkan, proses rekapitulasi yang sedang berlangsung di KPU tidak berjalan dengan mulus.

“Seringkali angkanya berubah-ubah dan mungkin juga tidak berpengaruh pada hasil akumulatif. Mungkin ada problem di rekapitulasinya,” kata dia.

Sementara hasil quick count dari sejumlah lembaga survei juga tidak bisa menjadi patokan kemenangan. Oleh sebab itu, dirinya mengajak semua pihak untuk menahan diri untuk mengklaim kemenangan dari hasil quick count.

“Quick count dari beberapa lembaga survei itu kita terima sebagai sebuah hasil sementara dan belum final. Angkanya kan masih berubah, dalam arti urutan. Prediksi atau quick count dari lembaga survei itu belum pasti,” ujarnya.

Jeirry mengingatkan, sejumlah pihak termasuk masyarakat untuk terus mengawal bersama hasil rekapitulasi yang sedang berlangsung.

“Jadi, klaim kemenangan sebaiknya tidak dilakukan, karena bisa jadi membuat semakin kisruh dan carut marut. Kita tunggu saja sekarang kan dari tingkat kecamatan sudah bertahap sampai ke pusat,” ucap Jeirry.

Untuk Hasil Suara Pileg 2024, Jeirry memaparkan bahwa variabel penghitungannya berbeda dengan Pilpres 2024. Pasalnya, suara untuk Pilpres memiliki margin error memang lebih sedikit karena hanya ada tiga paslon sehingga dirinya menyarankan untuk tidak melakukan klaim kemenangan untuk menghindari kekecewaan.

Rekapituasli berjenjang ini disebutkan Jeirry seringkali dilakukan untuk mengoreksi kekeliruan di rekapitulasi sebelumnya yang mungkin terjadi kecurangan atau pelanggaran.

Menurutnya, semakin banyak klaim kemenangan seharusnya semakin banyak pengawalan rekapitulasi.

“Terlalu cepat melakukan klaim. Tentu suara itu masih berubah-ubah kan. Apalagi yang bersifat online kan suka berubah-ubah. Sebaiknya jangan dilakukan takutnya kecewa juga. Yang harus dilakukan adalah kita awasi bersama, kontrol bersama rekapituasli untuk menjaga kemurnian hasil penghitungan,” pungkasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement