Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Gus Dur Tolak Ajakan Soeharto: Aku Emoh!

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 05 Maret 2024 |06:11 WIB
Kisah Gus Dur Tolak Ajakan Soeharto: Aku <i>Emoh</i>!
Gus Dur. (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Pada 1897, Presiden Soeharto pernah mengajak Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk masuk Partai Golkar dan menjadi anggota MPR. Kala itu, Gus Dur merupakan Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-27 NU di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur.

Mengutip NU Online, Gus Dur menolak ajakan tersebut dan ingin tetap menjadi kritikus Orde Baru sebagai pemimpin gerakan rakyat. Sahabat dekat Gus Dur, dokter Fahmi D. Saifuddin lantas membujuk setengah mendesak agar Gus Dur menerima ajakan Pak Harto itu.

 BACA JUGA:

Gus Dur menjawab Fahmi, “Aku emoh, wis kono takon Gus Mus wae, nek (Gus Mus) setuju, aku manut” (aku nggak mau, sudah sana tanya Gus Mus aja, kalau (Gus Mus) setuju, saya nurut).

BACA JUGA:

Humor Gus Dur: Nyumbang Rp50 Juta Tapi Cuma Bercanda 

Fahmi lalu menemui Gus Mus. Dia mengatakan Gus Mus bahwa jika Gus Dur menjadi anggota MPR, dia akan bisa mempengaruhi pemikiran orang-orang di sana (MPR) sekaligus bisa berdiskusi dengan Soeharto. Namun Gus Mus sendiri mengakui sulit, meski bagi orang secerdas Gus Dur. Singkatnya, Gus Mus tidak setuju Gus Dur menjadi anggota MPR, apalagi masuk Golkar. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement