ARAB SAUDI - Ramadhan adalah momen seluruh umat Muslim di dunia melaksanakan selama sebulan penuh. Ibadah ini dilakukan seluruh umat Muslim di dunia, termasuk Arab Saudi.
Mengutip Britannica, Ramadhan dalam Islam adalah bulan kesembilan dalam kalender Muslim atau Hijriah dan juga bulan suci puasa.
Bagi umat Muslim, Ramadhan menjadi momen untuk introspeksi diri, menuaikan solat berjamaah, dan membaca Alquran. Allah mengampuni dosa-dosa masa lalu manusia, yang menjalankan bulan suci dengan puasa, doa, dan niat untuk beriman.
Walaupun demikian, Ramadhan bukanlah masa penebusan dosa manusia, melainkan masa bagi umat Muslim untuk menahan diri dari berbagai godaan, seperti lapar, haus, dan hasrat dunia.
Untuk menentukan mulainya Ramadhan, dapat dilihat melalui kalender lunar Islam. Kalender tersebut ditentukan berdasarkan revolusi bulan, atau peredaran bulan mengelilingi bumi.
Sedangkan untuk menentukan penetapan bulan Ramadhan, umat Muslim dibantu pengamat bulan, dapat memerhatikan dan melihat bulan sabit, yang menjadi tanda awal bulan.
Lantas, bagaimana cara Arab Saudi menentukan awal bulan Ramadhan? Berikut penjelasannya.
Arab Saudi dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya mengandalkan para pengamat bulan untuk menentukan awal bulan Ramadhan.
Melansir Al Jazeera, supaya bulan dapat terlihat, bulan sabit harus terbenam setelah matahari. Hal ini memungkinkan langit menjadi cukup gelap untuk melihat potongan kecil bulan baru.
Setelah matahari terbenam, pengamat bulan menghadap ke barat, dengan pandangan jelas ke cakrawala untuk mencari bulan baru.
Di Arab Saudi, kesaksian orang-orang yang melihat bulan dicatat dan Pengadilan Tinggi memutuskan kapan Ramadhan harus dimulai.
Umat Muslim percaya bahwa Ramadhan adalah bulan di mana ayat-ayat pertama Al- Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad lebih dari 1.400 tahun yang lalu.
(Susi Susanti)