Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Latihan Pasukan Elit Kopassus yang Terkenal Paling Brutal

Rina Anggraeni , Jurnalis-Sabtu, 09 Maret 2024 |16:49 WIB
3 Latihan Pasukan Elit Kopassus yang Terkenal Paling Brutal
Ilustrasi latihan pasukan elit Kopassus (Foto:Reuters)
A
A
A

JAKARTA -Setidaknya ada 3 latihan pasukan elit Kopassus yang terkenal paling brutal. Sebagian negara memang memiliki sejumlah pasukan khusus dalam militernnya, terutama Indonesia yang memiliki pertahanan terkuat di dunia.

Biasanya, pasukan elit ini dibentuk untuk mengemban misi dan operasi khusus dan rahasia tingkat tinggi. Selain itu mereka memiliki kemampuan khusus berkat latihan ekstremnya.

Berikut 3 latihan pasukan elit Kopassus yang terkenal paling brutal:

1. Latihan Dopper

Prajurit Kopassus diharuskan merangkak di atas lumpur dengan jarak tertentu dalam latihan. Saat merangkak, mereka akan dihujani peluru oleh tim pelatih.

Itu dilakukan untuk melatih mental dan fisik mereka sebelum diterjunkan ke pertempuran yang sebenarnya.

Pelatihan ini dapat membantu Kopassus untuk merangkak dengan cepat. Sebab, peluru yang digunakan dalam latihan ini adalah peluru asli yang akan dijatuhkan di dekat badan mereka.

2. Latihan Menyelam

Kopassus dituntut menguasai segala medan. Sebab itu, mereka tetap harus memiliki kemampuan untuk menyelam.Pada pelatihan ini, prajurit Kopassus harus menyelam di kolam Tribuana yang biasa digunakan oleh Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut.

Kolam tersebut memiliki kedalaman hingga 16 meter. Terdapat sebuah rekor yang diraih oleh seorang penyelam Kopassus, karena ia berhasil bertahan hingga 2 menit 3 detik di kolam Tribuana tanpa menggunakan alat.

3. Latihan Survival

Latihan survival juga dinamakan hell week atau minggu neraka. Pada sesi latihan ini, prajurit akan dilatih secara fisik, mental, dan kekuatan spiritual.

Dengan bekal yang sangat sedikit, mereka harus berusaha bertahan hidup di hutan liar.

Mereka diharuskan mencari makanan dan berhati-hati dalam mendapatkan makanan tersebut. Sebab, mereka wajib bisa membedakan tanaman beracun, berburu hewan liar, dan lain sebagainya dengan alat yang diberikan.

Para prajurit dilepas di hutan pada pagi hari dan harus sampai di titik tujuan sebelum jangka waktu tertentu. Saat pelatihan akan ada instruktur latihan yang berperan sebagai musuh.

Prajurit tertangkap akan dipaksa untuk membocorkan informasi yang diberikan saat awal latihan dengan cara disiksa.

(Rina Anggraeni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement