Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Benarkah Motif Sekeluarga Tewas Lompat dari Apartemen Terjerat Pinjol? Ini Kata Polisi

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Rabu, 13 Maret 2024 |21:16 WIB
Benarkah Motif Sekeluarga Tewas Lompat dari Apartemen Terjerat Pinjol? Ini Kata Polisi
Sekeluarga bunuh diri di apartemen Penjaringan, Jakarta Utara (Foto: MPI)
A
A
A

 

JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan motif penyebab aksi bunuh diri empat orang satu keluarga disebabkan utang atau terjerat pinjaman online (pinjol).

Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media usai melihat proses olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang jatuhnya empat orang satu keluarga di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan Jakarta Utara pada Rabu (13/3/2024) sore.

"Belum dapat dipastikan karena terjerat utang atau pinjaman online, kita belum dapat konfirmasi sejauh itu," ujar Gidion.

Sebagaimana diketahui, sebanyak empat orang yang masih satu keluarga diketahui terjatuh atau melompat dari lantai 22 sebuah apartemen di Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara pada Sabtu 9 Maret 2024 sore.

Tubuh keempat orang tersebut terjatuh di lobby area parkir mobil Tower Topaz apartemen tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan keempat korban tersebut diduga bunuh diri.

"Empat mayat tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri lompat dari lantai 22 apartemen Teluk Intan. Untuk penyebab bunuh diri tersebut belum diketahui," ujar Gidion kepada awak media, Sabtu 9 Maret 2024.

Empat orang yang meninggal itu terdiri dari dua orang laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Kemudian, dua perempuan berinisial AIL dan JL (15).

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengungkapkan ada gelagat akan melakukan aksi bunuh diri dari empat orang yang masih satu keluarga.

Hal tersebut kata Agus terlihat dari gelagat tersebut terlihat dari kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di apartemen tersebut.

"Adegan seperti mencium kening, mengumpulkan semua handphone, hingga menuju roof top lantai 21 apartemen tersebut terekam CCTV," kata Ady Wijaya, Minggu (10/3/2024).

Agus menjelaskan tidak ada saksi mata yang melihat keempat nya menaiki roof top apartemen tersebut.

"CCTV menunjukkan para korban ini datang bersama, naik lift bersama, di lift EA menciumi para korban lain, A mengumpulkan HP para korban di tasnya, sampai keluar lift bersama. Diatas rooftop tidak ada saksi lain atau orang lain. Dan disambung lagi CCTV terlihat jatuh bersamaan," ujar Ady Wijaya.

Meskipun demikian kondisi tangan terikat terekam kamera pengintai. "Fakta dari hasil rekaman CCTV demikian pak. Untuk kondisi mengikat tangan bersama terlihat dari post mortem jenazah saat sudah terjatuh di bawah," pungkas Agus.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement