Dirinya menyebut bahwa Paspampres yang melaksanakan tugas pengamanan Presiden Jokowi untuk Sholat Jumat di Mesjid Agung Rantau Prapat adalah terdiri dari personil Pria.
"Dalam pelaksanaan tugas saat itu tidak disertai dengan Wan TNI atau Prajurit Wanita. Sehingga apa yg sudah terberitakan saat ini melalui media sosial (medsos) bahwa yg menghalangi Bapak Marhan Harahap utk melaksanakan Sholat di Mesjid Agung Rantau Prapat Labuhanbatu itu anggota Paspampres adalah tidak benar," kata Herman
"Sekali lagi saya sampaikan kalau yang menghalangi Almarhum Bapak Marhan Harahap itu anggota Paspampres adalah tidak benar," sambungnya.
Atas nama Paspampres, kata Herman, pihaknya pun mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Marhan Harahap.
"Kita turut prihatin dan berduka atas kejadian tersebut. Semoga menjadi pelajaran berharga, agar kejadian saperti itu tidak terulang lagi di masa-masa mendatang di daerah lain," tandasnya.
Diketahui, akun X bernama @sutanmangara mengunggah sebuah vidio yang memperlihatkan seorang bapak-bapak yang menerobos pengamanan karena ingin memasuki sebuah Masjid. Terlihat bapak-bapak tersebut dihalangi oleh pihak keamanan. Tak lama bapak-bapak tersebut terjatuh dan langsung dibopong oleh pihak keamanan lainnya.
"Benar atau tidak saat kedatangan Presiden @jokowi, bapak yang berjalan menuju mesjid didalam video akhirnya meninggal dunia setelah pingsan, sempat dilarikan ke RSUD Labuhanbatu," dikutip dari unggahan video tersebut.
(Fakhrizal Fakhri )