JAKARTA - Jenderal Kopassus LB Moerdani atau sering dikenal sebagai Benny Moerdani mencatat berbagai pencapaian selama kariernya sebagai prajurit TNI. Tindakan berani yang telah dilakukannya dalam berbagai medan pertempuran selalu menjadi cerita-cerita kepahlawanan yang dikenang.
Salah satu kisahnya saat Benny berhasil mengatasi pemberontakan bersenjata Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia dan Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Hussein di Pekanbaru, Riau pada tahun 1958 lalu.
Pemberontakan bersenjata tersebut dilakukan atas dasar ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Saat itu, Letnan Satu (Lettu) Benny Moerdani diberi tugas untuk merebut kendali Kota Pekanbaru yang masih dipegang oleh musuh dengan senjata-senjata lengkap yang baru saja diperoleh dari luar negeri.
Hal yang menariknya, untuk mencapai area target, Benny Moerdani harus melakukan terjun dari pesawat. Padahal sebelumnya ia belum pernah melakukan terjun.
Kala rekan-rekannya sedang menjalani pelatihan di Margahayu, Jawa Barat, Benny sedang dalam keadaan sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Alhasil dengan informasi singkat yang diberikan oleh Letnan II Soeweno di tepi landasan, akhirnya Benny mengambil keberanian untuk melompat dari pesawat C-47 Skytrain. Hasilnya, dia berhasil mendarat dengan aman di semak-semak bersama dengan rekannya.