Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cara Cerdik Perwira Kerajaan Sunda Selamatkan Diri dari Peperangan Bubat Lawan Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 23 Maret 2024 |07:01 WIB
 Cara Cerdik Perwira Kerajaan Sunda Selamatkan Diri dari Peperangan Bubat Lawan Majapahit
Peperangan kerajaan (foto: dok wikipedia)
A
A
A

PERANG BUBAT mencatat peperangan tak seimbang antara Kerajaan Majapahit dengan Sunda. Akibatnya nyaris seluruh rombongan Kerajaan Sunda yang rencananya akan menikahkan putri sang raja pun tewas seketika, termasuk raja, permaisuri, dan pejabat istana lainnya. Tapi ada satu orang yang berhasil selamat yakni sang perwira, karena strategi cerdiknya.

Saat itu Gajah Mada memang yang menjadi mahapatih di Majapahit, punya pandangan berbeda dengan sang raja Hayam Wuruk. Ia lantas menjalankan skemanya sendiri, karena khawatir Hayam Wuruk sang raja muda itu harus bertemu langsung dengan Raja Sunda.

Saat itu Gajah Mada meminta Hayam Wuruk untuk tetap tinggal di istana, saat Kepala Desa Bubat melaporkan kedatangan rombongan dari Kerajaan Sunda. Dikisahkan pada buku "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada", Gajah Mada menyebut, bisa saja raja Sunda dan rombongan yang datang merupakan musuh yang mau menyerbu Majapahit, tapi menyamar jadi rombongan perkawinan.

Karena Hayam Wuruk masih belum cakap betul memimpin suatu kerajaan, maka saran Gajah Mada untuk tidak pergi ke Bubat dituruti. Tetapi para abdi dalem dan pejabat istana lainnya sempat terkejut mendengarnya, namun tidak berani melawan.

Di Bubat, ada sekitar ratusan rombongan Sunda yang datang dengan kapal - kapal kecil. Mereka sudah mendengar kabar burung tentang perkembangan terkini di Majapahit. Maka Raja Sunda pun mengirimkan utusannya, Patih Anepakan untuk pergi ke Majapahit. Ia disertai tiga pejabat lainnya dan 300 serdadu.

Mereka langsung datang ke rumah Patih Gajah Mada, di sana ia menyatakan bahwa raja Sunda akan bertolak pulang dan mengira Hayam Wuruk ingkar janji. Mereka bertengkar hebat, karena Gajah Mada menginginkan supaya orang-orang Sunda bersikap seperti layaknya vazal - vazal atau raja musuh Majapahit, yang mengakui Majapahit.

Hampir saja terjadi pertempuran di kepatihan kalau tidak ditengahi oleh Smaranata, seorang pandita kerajaan. Maka berpulanglah utusan Raja Sunda setelah diberi tahu bahwa keputusan terakhir Raja Sunda, akan disampaikan dalam tempo dua hari.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement