WASHINGTON - CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat memberikan peringatan kepada Israel terhadap kemungkinan serangan militer besar besaran Iran dalam waktu dekat bahkan bisa 48 jam mendatang. Aksi itu sebagai balasan terhadap serangan udara Israel yang menghancurkan konsulat Iran di Suriah yang menewaskan puluhan pejabat dan dua jenderal Iran.
AS yang merupakan sekutu dekat Israel tersebut khawatir serangan mematikan di Damaskus dapat memicu serangan baru terhadap pasukan Amerika oleh milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah. Kekhawatiran itu disampaikan Letjen Alexus Grynkewich, komandan tertinggi Angkatan Udara AS untuk Timur Tengah.
"Dengan menyerang stasiun diplomatik Iran, eskalasi Israel telah menimbulkan kekhawatiran bahwa perang enam bulan melawan Hamas yang menghancurkan dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah dan sekitarnya," kata Grynkewich dikutip dari indiatvnews, Kamis (4/4/2024).
Serangan Israel yang dilakukan di ibu kota Suriah, Damaskus, menewaskan 12 orang, termasuk komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk Suriah dan Lebanon, seorang perwira milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran di Lebanon. Dua jenderal yang tewas adala Mohammad Reza Zahedi, pejabat paling senior IRGC di Suriah, bersama dengan wakilnya Jenderal Mohammad Hadi Hajriahimi.
Grynkewich mengatakan pernyataan Iran bahwa AS memikul tanggung jawab atas tindakan Israel dapat mengakhiri jeda serangan milisi terhadap pasukan AS yang telah berlangsung sejak awal Februari. Indikasi peningkatan eskalasi sudah terlihat saat pasukan AS yang berpangkalan di Suriah tenggara mencegat serangan drone, yang merupakan insiden pertama dalam dua bulan.
Milisi yang didukung Iran telah menahan diri tidak menyerang pangkalan-pangkalan AS dalam upaya deeskalasi setelah tiga tentara AS tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Yordania pada bulan Januari. Selain itu, AS, Inggris dan Perancis pada hari Rabu menentang pernyataan Dewan Keamanan PBB yang disusun Rusia untuk mengutuk serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah.
Ketiga negara tersebut mengatakan banyak fakta mengenai apa yang terjadi pada hari Senin di Damaskus masih belum jelas, sementara Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meskipun Iran dan sekutunya menyalahkan Israel, Israel belum secara resmi mengomentari serangan terhadap gedung di Damaskus.
BACA JUGA:
Iran Balas Dendam
Setelah serangan udara tersebut, menurut TV pemerintah Iran melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu, bertemu pada Senin malam dan memutuskan reaksi yang “diperlukan”. Dalam sebuah pernyataan online, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyalahkan Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan “kejahatan pengecut tidak akan dibiarkan begitu saja.”
“Setelah kekalahan dan kegagalan berulang kali melawan keyakinan dan kemauan para pejuang Front Perlawanan, rezim Zionis telah memasukkan pembunuhan buta ke dalam agendanya dalam perjuangan untuk menyelamatkan diri,” tambah pernyataannya.
Ebrahim Raisi menyebut, rezim jahat Zionis akan dihukum di tangan orang-orang pemberani Iran. "Kami akan membuat mereka menyesali kejahatan ini dan kejahatan lainnya,” kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pesan yang dipublikasikan di situs resminya.
(Maruf El Rumi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.