DUBAI - Ketua Hamas Ismail Haniyeh mengatakan pada Rabu (3/4/2024)) bahwa kelompok militan yang berperang dengan Israel berpegang teguh pada persyaratan gencatan senjata di Gaza, termasuk penarikan militer Israel.
“Kami berkomitmen terhadap tuntutan kami: gencatan senjata permanen, penarikan musuh secara komprehensif dan menyeluruh dari Jalur Gaza, kembalinya semua pengungsi ke rumah mereka, mengizinkan semua bantuan yang diperlukan bagi rakyat kami di Gaza, membangun kembali Jalur Gaza, mencabut blokade dan mencapai kesepakatan pertukaran tahanan yang terhormat,” kata Haniyeh dalam pidato yang disiarkan televisi untuk memperingati Hari Al-Quds (Yerusalem), dikutip Reuters.
Pertukaran yang dimaksudnya adalah pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel dengan imbalan sandera Israel yang ditahan oleh militan di Gaza sejak 7 Oktober.
Israel mengatakan pihaknya hanya tertarik pada gencatan senjata sementara untuk membebaskan sandera. Sedangkan Hamas mengatakan pihaknya akan membiarkan mereka pergi hanya sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.