Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Susah Muter Gegera Arus Mudik, Kolong Jembatan Jadi Alternatif

Andrian Supendi , Jurnalis-Jum'at, 12 April 2024 |05:02 WIB
Susah <i>Muter</i> Gegera Arus Mudik, Kolong Jembatan Jadi Alternatif
Kolong jembatan jadi alternatif warga Indramayu untuk memutar jalan (Foto : MPI)
A
A
A

INDRAMAYU - Selama beberapa hari, warga Pantura di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kesulitan untuk menyeberang jalan lantaran padatnya arus mudik dan balik Lebaran 2024 serta adanya rekayasa lalu lintas mulai dari contra flow, one way, sistem manual di persimpangan, hingga menutup seluruh U-Turn.

Akibatnya, tidak sedikit warga lokal terdampak pada aktivitas sehari-hari. Untuk mensiasatinya, sejumlah warga membangun jalan darurat di bawah kolong jembatan sebagai akses penyeberangan, agar mereka bisa melintas dan berpindah jalur saat berada di Jalur Arteri.

Berdasarkan pantauan, di jalur Pantura tepatnya di Jembatan Maja Larangan, Kecamatan Lohbener, Indramayu, Kamis (11/4/2024), saat menyeberang atau putar balik warga yang mengendarai sepeda motor melewati bawah jembatan tersebut.

Saat melintas di jalan darurat itu, warga harus sedikit menundukkan kepala karena ketinggiannya hanya berkisar 1,5 hingga 2 meter.

Yus Rusmana, salah satu penjaga jalan darurat, mengatakan, jalan itu dibangun hanya saat mudik lebaran. Dengan tujuan, untuk memudahkan warga menyeberang jalan.

"Jembatan kolong ini sudah lama, cuman difungsikan saat menjelang hari Raya (Idul Fitri) saja. Pas arus mudik warga susah untuk menyeberang, soalnya pintu-pintu penyeberangan (U-Turn) banyak yang ditutup, jadi buat membantu warga yang lewat," kata dia.

Yus mengungkapkan, warga yang melewati jalan darurat yang dibangun dari swadaya masyarakat itu tidak dipatok tarif. Biasanya warga yang akan melintas memberikan uang seikhlasnya.

"Untuk yang lewat enggak ada tarif, seikhlasnya yang mau lewat, ini swadaya masyarakat. Hasil uangnya dibagi ke masyarakat yang ikut membantu penyeberangan. Buat mendorong atau ada beban terlalu berat itu diperbantukan," ungkap dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement