Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Marapi Keluarkan Material Vulkanik Terus-menerus, Sejumlah Wilayah di Sumbar Hujan Abu

Wahyu Sikumbang , Jurnalis-Minggu, 21 April 2024 |17:14 WIB
Gunung Marapi Keluarkan Material Vulkanik Terus-menerus, Sejumlah Wilayah di Sumbar Hujan Abu
Gunung Marapi (Foto: Wahyu Sikumbang)
A
A
A

AGAM - Sejak dini hari hingga Minggu (21/4/2024) siang, erupsi berupa hembusan kolom abu dengan ketinggian 250 sampai 300 meter terus menerus keluar dari kawah di puncak Gunung Marapi hingga terjadi hujan abu vulkanik di barat daya.

Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat terlihat jelas sedang erupsi berupa hembusan material vulkanik keluar terus menerus dari kawah di puncak gunung sepanjang minggu.

Kolom abu hembusan berwarna kelabu tebal setinggi 250 hingga 300 meter tertiup angin lemah ke barat daya. Dampaknya, daerah batu palano di Kabupaten Agam dan Aie Angek di Kabupaten Tanah Datar serta sebagian kota Padang Panjang dilaporkan diguyur hujan abu tipis.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi mencatat terjadi dua kali erupsi berupa hembusan dengan durasi atau lama gempa 57 hingga 138 detik.

Untuk menghindari dampak buruk paparan abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Marapi, warga yang daerahnya dilanda hujan abu diimbau agar menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Dari pagi kita lihat adanya hembusan dengan warna kelabu dan tinggi kolom abu sekitar 250 meter, terbawa angin ke arah barat daya. Jadi kemungkinan karena warnanya kelabu sehingga hembusan juga mengandung material abu. Kalau kita lihat dari rekaman seismic memang agak jarang, tapi dari pagi tadi sampai jam 06.00 ada 1 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa vulkanik dangkal juga ada hembusan," ujar Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Marapi, Iing Kusnadi.

"Mungkin yang jam 02:08 pagi itu yang lama gempanya sekitar 138 detik, yang memang agak panjang, dan ada satu lagi yang lamanya sekitar 57 detik, dua ini yang diperkirakan menyebabkan hujan abu atau abu vulkanik yang jatuh," imbuhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement