Dia menerangkan, terdapat 1 butir selongsong peluru yang juga ditemukan Tim Labfor Polri di dalam mobil itu. Selongsong itu dari hasil pemeriksaan balistik identik dengan 7 butir peluru dari senpi jenis HS yang ditemukan di lokasi.
"8 swab yang diambil pada korban di RS Polri pada 25 April 2024 jam 11 malam di RS Polri Kramatjati, swab ditelapak tangan kanan (Brigadir RAT) mengandung GSR, jadi tangan kanan korban inisial RA itu masih mengandung GSR, swab pada punggung tangan kanan juga mengandung GSR," katanya.
Irfan menjabarkan, swab yang dilakukan pada lubang di kepala sebelah kanan Brigadir RAT juga hasilnya mengandung GSR. Begitu juga dari hasil seab pada baju Brigadir RAT di bagian pundak kanan, ternyata mengandunf GSR.
"12 swab yang diambil di mobil Alphard pada saat olah TKP bersama, tanggal 26 April 2024 pukul 14.00-17.00 WIB, 1 Swab pada lubang di penghalau cahaya itu mengandung GSR, 1 Swab LTK atap mobil tidak mengandung GSR, 1 Swab karpet di bawah supir itu mengandung GSR, 1 Swab dashboard depan sopir mengandung GSR, 1 Swab jok sopir bagian kanan, jadi jok sopir itu juga mengandung GSR," bebernya.
Dia menambahkan, 1 Swab kaca jendela supir sebelah kanan bagian dalam juga mengandung GSR, 1 Swab pintu dalam supir sebelah kanan juga mengandung GSR. Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui jika tembakan berasal dari dalam mobil, yang mana sudut tembakam itu 32 derajat.
(Angkasa Yudhistira)