Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aksi Bela Palestina, Pemerintah Prabowo-Gibran Diminta Tak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Selasa, 07 Mei 2024 |15:30 WIB
Aksi Bela Palestina, Pemerintah Prabowo-Gibran Diminta Tak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Aksi Bela Palestina di Uhamka, Jakarta (Foto: MPI/Achmad)
A
A
A

JAKARTA - Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang sedang digenosida oleh Israel. Mereka meminta pemerintahan baru Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Unjuk rasa ini bagian dari aksi bersama bela Palestina yang digelar serentak di 171 universitas dalam naungan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (FR PTMA) di Indonesia, Selasa (7/5/2024).

Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Uhamka, Prof Sudarnoto Abdul Hakim dalam orasinya mengajak semua kalangan untuk mendukung pemerintahan baru Indonesia agar terus berpihak kepada Palestina.

 BACA JUGA:

"Melalui mimbar ini, saya ingin menyerukan kepada seluruh pihak untuk tetap memberikan dukungan kepada pemerintah RI dengan kepemimpinan baru, agar politik luar negeri benar-benar memberikan pemihakan kepada Palestina," kata Sudarnoto dalam aksi digelar di kampus Uhamka, Jakarta Selatan.

Ia pun mewanti-wanti, ada 2 persen penduduk Indonesia yang pro-Israel. Atas dasar itu, Sidarnoto meminta jajaran kabinet Indonesia ke depan tak membuka hubungan diplomatik kepada Israel.

"Jangan ada seorang menteri dari kabinet yang akan datang, yang justru memberikan ruang terbukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel," katanya.

"Perlu saya ingatkan, di Indonesia ini ada 2 persen pendukung zionis Israel. Dan saya pernah berdebat dengan 2 tokoh di antara 2 persen itu. Dan mereka terus bergerak mempengaruhi keputusan politik," imbuh Sudarnoto.

 BACA JUGA:

Kendati demikian, Sudarnoto mengajak seluruh pihak untuk terus menyuarakan keberpihakan kepada Palestina. Salah satu caranya, kata dia, memberi dukungan kepada Pemerintah Indonesia yang baru agar tak buka hubungan diplomatik kepada Israel.

"Kita harus tetal jaga stamina, harus tetap stand for Palestine, dengan memberikan dukungan kepada presiden yang baru, kabinet yang baru. Jangan sampai ada menteri atau jangan sampai ada kekuatan apapun yang memberikan ruang dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Israel," tegasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement