JAKARTA - Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang sedang digenosida oleh Israel. Mereka meminta pemerintahan baru Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Unjuk rasa ini bagian dari aksi bersama bela Palestina yang digelar serentak di 171 universitas dalam naungan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (FR PTMA) di Indonesia, Selasa (7/5/2024).
Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Uhamka, Prof Sudarnoto Abdul Hakim dalam orasinya mengajak semua kalangan untuk mendukung pemerintahan baru Indonesia agar terus berpihak kepada Palestina.
BACA JUGA:
"Melalui mimbar ini, saya ingin menyerukan kepada seluruh pihak untuk tetap memberikan dukungan kepada pemerintah RI dengan kepemimpinan baru, agar politik luar negeri benar-benar memberikan pemihakan kepada Palestina," kata Sudarnoto dalam aksi digelar di kampus Uhamka, Jakarta Selatan.
Ia pun mewanti-wanti, ada 2 persen penduduk Indonesia yang pro-Israel. Atas dasar itu, Sidarnoto meminta jajaran kabinet Indonesia ke depan tak membuka hubungan diplomatik kepada Israel.
"Jangan ada seorang menteri dari kabinet yang akan datang, yang justru memberikan ruang terbukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel," katanya.
"Perlu saya ingatkan, di Indonesia ini ada 2 persen pendukung zionis Israel. Dan saya pernah berdebat dengan 2 tokoh di antara 2 persen itu. Dan mereka terus bergerak mempengaruhi keputusan politik," imbuh Sudarnoto.
BACA JUGA:
Kendati demikian, Sudarnoto mengajak seluruh pihak untuk terus menyuarakan keberpihakan kepada Palestina. Salah satu caranya, kata dia, memberi dukungan kepada Pemerintah Indonesia yang baru agar tak buka hubungan diplomatik kepada Israel.
"Kita harus tetal jaga stamina, harus tetap stand for Palestine, dengan memberikan dukungan kepada presiden yang baru, kabinet yang baru. Jangan sampai ada menteri atau jangan sampai ada kekuatan apapun yang memberikan ruang dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Israel," tegasnya.
Menurutnya, akan sangat bahaya jika pemerintahan yang baru membuka hubungan diplomatik kepada Israel. Pasalnya, ia memperkirakan seluruh umat beragama di Indonesia akan bergerak menentang dan stabilitas di tanah air tak terjaga.
"Kalau ada pejabat tinggi kemudian mendapat endorsement dari manapun juga untuk membuka ruang hubungan diplomatik Indonesia dan Israel, saya kira tidak hanya umat Islam di Indonesia, tetapi seluruh umat Indonesia tidak peduli agamanya akan bangkit dan Pemerintah tidak berhasil membangun stabilitas," ucap Sudarnoto.
"Mari kita jaga RI ini, mengingatkan dan tetap mendukung pemerintah RI untuk tetap istiqomah tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel," tandasnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.