Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Akhir Hidup Jayabaya Dipercaya Muksa, Hilang Tanpa Jasad Tersisa

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 14 Mei 2024 |07:16 WIB
Akhir Hidup Jayabaya Dipercaya Muksa, Hilang Tanpa Jasad Tersisa
A
A
A

RAJA Jayabaya atau Sri Aji Jayabaya merupakan raja yang membawa Kerajaan Kediri pada era keemasan. Dia berkuasa sekitar tahun 1135 M hingga 1157 M. Kerajaan Kediri berdiri selama 177 tahun (1045 M-1222 M) dengan 8 raja yang berkuasa.

Ketika bertakhta menjadi raja ke-4 Kerajaan Kediri, Jayabaya bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.

Pada masa kepemimpinan Jayabaya, Kerajaan Kediri mampu mengalahkan Jenggala dan menyatukan seluruh takhta Airlangga.

Masa pemerintahan Jayabaya tercatat dalam 4 prasasti yang ditemukan, yaitu prasasti Hantang (tahun 1135 M), prasasti Talan (tahun 1136 M), dan prasasti Jepun (tahun 1144 M). Satu lagi prasasti yang ditemukan berupa karya sastra kakawin Bharatayuddha (tahun 1157 M).

Tidak diketahui pasti kapan Prabu Jayabaya turun takhta. Raja selanjutnya yang memerintah Kediri berdasarkan Prasasti Padelegan II, tertanggal 23 September 1159 adalah Sri Sarweswara. Menurut Prasasti Jaring, Sri Sarweswara merebut kekuasaan dari raja Jayabaya.

Mengutip Kedirikota.go.id, Jayabaya turun takhta dengan cara muksa atau hilang tanpa meninggalkan jasad. Sebelum menghilang, Jayabaya bertapa terlebih dahulu di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Setelahnya, mahkota (kuluk) dan juga pakaian kebesarannya (ageman) dilepas, kemudian raja Jayabaya menghilang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement