JAKARTA - Apa agama mayoritas yang dianut warga Jerman, tuan rumah Euro 2024? Lantaran, banyak yang mempertanyakan agama yang dipilih masyarakat tersebut.
Apalagi, dukungan Jerman terhadap lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) sudah terang-terangan. Padahal, LGBT sendiri sangat dilarang oleh agama Muslim, Kristen hingga lainnya.
Lantas apa agama mayoritas yang dianut warga Jerman, tuan rumah Euro 2024? Ternyata banyak agama yang ada di negara dengan julukan Der Panzer tersebut. Rinciannya terbanyak adalah seorang Kristen.
Sedangkan tujuh persen adalah Muslim dan empat persen menganut agama lain. Lalu tiga puluh enam persen penduduk, tidak menganut agama apa pun.
Adapun, negara Jerman telah berkomitmen dalam konstitusinya untuk memperlakukan agama dan pandangan dunia secara netral. Organisasi ini tidak boleh mengidentifikasi dirinya dengan denominasi agama atau ideologi apa pun. Namun, “netral” tidak berarti bahwa negara menentang atau acuh tak acuh terhadap agama lain.
Oleh karena itu, Mahkamah Konstitusi Federal menyarankan agar negara mengadopsi kebijakan "netralitas konstruktif" terhadap agama dan pandangan dunia.
Netralitas konstruktif” berarti negara dan agama bekerja sama dalam banyak bidang. Negara berpartisipasi secara finansial di rumah sakit dan lembaga sosial yang didukung oleh komunitas keagamaan. Hari raya umat Kristiani seperti Natal, Paskah dan Pentakosta dilindungi oleh Konstitusi; setiap orang mendapat hari libur dan toko-toko tutup.