Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aset Cluster C Rusunawa Marunda Kerap Dijarah, Pemprov DKI Sebut karena Pegawainya Terbatas

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Jum'at, 21 Juni 2024 |13:30 WIB
 Aset Cluster C Rusunawa Marunda Kerap Dijarah, Pemprov DKI Sebut karena Pegawainya Terbatas
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris buka suara terkait polemik penjarahan Cluster C Rusunawa Marunda di Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara.

"Terkait dengan pemberitaan di atas, pihak pengelola sudah berupaya maksimal melakukan antisipasi pengamanan aset. Namun mengingat luasnya area kompleks Rusun Marunda dan terbatasnya jumlah pegawai, maka terjadi adanya kekurangan-kekurangan," ujar Afan, Jumat (21/6/2024).

Ia menyebutkan, ketujuh pegawai internal yang terlibat dalam pencurian atau penjarahan Cluster C Rusunawa Marunda sudah dipecat pada Desember 2023 lalu.

"Menyikapi hal tersebut, pihak pengelola rusun Marunda per Desember 2023 sudah memberhentikan 7 pegawai non ASN," kata Afan.

Afan menyebutkan pihak pengelola rusunawa sudah diminta untuk melapor ke pihak kepolisian.

"Selanjutnya dapat saya sampaikan bahwa saya sudah memerintahkan pengelola rusun untuk segera melapor kembali dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian," pungkas Afan Adriansyah.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, penjarahan terhadap kurang lebih 500 unit klaster C Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara sudah terjadi selama beberapa waktu terakhir.

Bahkan aktivitas penjarahan yang dilakukan siang hari membuat warga mempertanyakan keberadaan pengelola.

"Kadang ngambilnya bisa siang, pagi atau malam. Mereka (maling) terang-terangan," jelas salah seorang warga Rusunawa yang tak mau disebut namanya, Kamis (13/6/2024) kepada awak media.

Lebih lanjut, warga tersebut juga mempertanyakan keberadaan pengelola rusunawa saat pencurian itu terjadi. Pasalnya, pencurian aset di klaster C tidak dilakukan hanya sehari, melainkan dalam dua bulan berturut-turut.

Padahal jarak antara klaster C dengan pos sekuriti dan kantor pengelola tidak terlalu jauh. Menurut warga, pengelola diduga membiarkan begitu saja aksi pencurian rusunawa di klaster C hingga semua asetnya abis tak tersisa.

"Ya, saya enggak tahu ya, apakah oknum itu dapat uang rokok atau gimana. Ya, cuek aja pelaku mah ambil dan bawa (aset rusunawa)," sambungnya.

Cluster C Rusunawa Marunda terbengkalai dan seluruh asetnya raib dijarah maling sejak Oktober 2023 lalu. Berbagai bagian rumah seperti besi atau tralis balkon, kabel, alumunium, kusen, closet, wastafel, pintu, dan juga jendela di setiap unit habis tidak bersisa dijarah oleh maling.

Para maling juga membobol tembok di setiap unit rusun untuk mengambil besi, pipa, atau kabel yang ada di dalam dinding.

Aksi penjarahan ini bermula setelah penghuni klaster C Rusunawa Marunda direlokasi ke rusun Nagrak sesuai dengan rekomendasi dari PJ Gubernur Heru Budi Hartono dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BRIN mengatakan, bangunan gedung di klaster C Rusunawa Marunda sudah tidak layak untuk dihuni dan berpotensi membahayakan warga. Atap rusun cluster C tersebut ambruk dan membuat warga ketakutan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement