Atas dasar itu, SYL menilai, hukuman atas tudingan itu tak menyasar padanya saja, melainkan juga istri serta anaknya. Untuk itu, SYL meminta keadilan.
"Saya tidak menagih Yang Mulia, tapi mestinya negara memberikan penghargaan kepada saya. Saya complain kepada Jokowi," terang SYL.
SYL pun menyinggung data BPS terkait kinerja Kementan di bawah kepemimpinannya. Dari data yang dijabarkan, SYL menyebut, Kementan pernah berkontribusi sumbangkan lebih dari Rp15 triliun ke negara per tahunnya.
"Izin Yang Mulia, dari data BPS yang saya miliki, saya tidak pernah berkontribusi di bawah 15 triliun dalam setiap tahun. Bapak cuma cari Rp 44 miliar selama empat tahun, terdiri dari parfum dan lain-lain," teranv SYL.
"Saya cuma menuntut keadilan. Enggak usah lah hargai saya. Saya siap masuk tahanan, saya siap masuk penjara. Tapi hargai apa yang disampaikan orang-orang ini," terang SYL.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.