Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Fakta Siswa PPDB Jalur Prestasi Punya 6 Sertifikat Silat, Saat Dites Satu Jurus pun Tak Bisa

Nur Khabibi , Jurnalis-Senin, 01 Juli 2024 |08:02 WIB
3 Fakta Siswa PPDB Jalur Prestasi Punya 6 Sertifikat Silat, Saat Dites Satu Jurus pun Tak Bisa
Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais mengatakan dirinya menemukan pemalsuan sertifikat silat yang digunakan untuk jalur prestasi non-akademik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tak tanggung-tanggung, murid tersebut memiliki enam sertifikat sekaligus.

Berikut sejumlah faktanya:

1. Pemalsuan Sertifikat

Awalnya, Indraza menyatakan di era digitalisasi sekarang ini sangat mudah untuk memalsukan sertifikat, termasuk pemalsuan sertifikat perlombaan. Untuk itu, ia mengimbau panitia PPDB untuk mengkonfirmasi sertifikat ke pihak-pihak terkait.

"Di era digital ini sekarang banyak sekali dan gampang untuk mencetak sertifikat-sertifikat kejuaraan, sekarang balik lagi, apakah panitia melakukan verifikasi dan validasi dengan induk olahraga, atau dinas Kebudayaan, tidak," kata Indraza kepada iNews Media Group, Sabtu (29/6/2024).

2. Terjadi di Sumsel

Salah satu contoh pemalsuan sertifikat perlombaan yang ia temui di daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Di sana, Indraza menyebutkan, terdapat siswa yang memiliki enam sertifikat silat.

Namun, ketika diminta untuk menunjukkan skillnya, siswa yang dimaksud tidak mampu menunjukkan. Bahkan, satu jurus pun tidak ada yang dikuasai.

"Contoh kemarin saya ke Sumsel ada anak yang punya sertifikat juara silat sampai enam, bayangin kalau nilainya (satu sertifikat) 200 maka dia dapat 1.200, tapi satu jurus pun anaknya tidak bisa," paparnya.

3. Rawan Titipan

Indraza melanjutkan, PPDB prestasi menjadi jalur yang sangat rawan terjadi 'titipan'. Pasalnya, tidak ada transparansi dalam pemberian nilai bagi siswa lewat jalur prestasi.

"Yang lebih mengerikan lagi prestasi itu menjadi ajang siswa titipan, karena disitulah ketika itu mereka yang memasukkan nilai dan tidak pernah terbuka hasil prestasi anak ini skornya sekian," ujarnya.

"Tidak transparan, di situlah permainan panitia dan orang-orang tua yang bisa menyogok," tandasnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement