Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Merasa Dihakimi Publik, SYL: Seakan-akan Saya Manusia Rakus dan Maruk

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Jum'at, 05 Juli 2024 |14:32 WIB
 Merasa Dihakimi Publik, SYL: Seakan-akan Saya Manusia Rakus dan Maruk
Sidang pembelaan SYL di PN Tipikor (foto: MPI/Riyan)
A
A
A

JAKARTA - Terdakwa kasus gratifikasi dan pemerasan terhadap anak buah, Syahrul Yasin Limpo membacakan nota pembelaanya atau pleidoi di PN Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024).

Dalam nota pembelaannya, SYL merasa tidak terima dihakimi oleh publik sebelum putusan hakim. Mulanya, ia mengaku adanya framing yang dibuat dan ditujukan kepadanya dan keluarganya.

“Pembentukan (framing) opini yang mengarah pada cacian, hinaan, olok-olok serta tekanan yang luar biasa dari pihak tertentu kepada saya dan keluarga saya, baik ditingkat pemeriksaan maupun dalam proses persidangan,” kata SYL, Jumat (5/7/2024).

SYL juga merasa keberatan karena sempat muncul dugaan dirinya melarikan diri. Padahal, kata dia, dirinya melaksanakan tugas negara di luar negeri ketika awal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan kasus ini.

“Hal tersebut membuat saya hampir merasa putus asa mengingat saya selama ini hanya berniat untuk bekerja memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa, dan negara serta seluruh rakyat indonesia, baik sebagai aparatur maupun anggota masyarakat,” ujar dia.

SYL mengaku dirinya merasa dihakimi masyarakat dengan pemberitaan yang beredar sebelum diadili dan dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement